Pelatih Kepala Italia, Ennaro Gattuso, berinteraksi dengan Gianluigi Donnarumma setelah kemenangan timnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 antara Italia dan Israel di Stadio Friuli pada 14 Oktober 2025 di Udine, Italia. (Foto oleh Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menegaskan bahwa keputusan Italia untuk tetap memainkan laga kontra Israel di tengah situasi politik sensitif sudah tepat. Ia menyebut desakan sebagian pihak agar Italia memboikot pertandingan tersebut sebagai hal “tidak masuk akal.”
“Saya percaya orang-orang yang mengatakan pertandingan itu seharusnya tidak dimainkan benar-benar keliru,” kata Gravina dalam konferensi pers di Roma, Kamis (16/10/2025) seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
“Apakah kami seharusnya kalah walk-out, kehilangan poin, dan mengirim Israel ke Piala Dunia? Saya kesulitan memahami logika itu. Kami membuat sepak bola, dan sepak bola seharusnya menyatukan.”
Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia dan Israel di Udine pada Selasa (14/10) memang berlangsung dengan pengamanan maksimum. Sekitar 10.000 tiket terjual, sementara kapasitas stadion dikurangi dari 25.000 menjadi 16.000 kursi demi alasan keamanan.
Sebelum laga, sempat terjadi bentrokan kecil antara sekelompok provokator dan polisi di luar stadion setelah aksi damai pro-Palestina di pusat kota. Namun Gravina menegaskan, kericuhan itu bukan bagian dari aksi solidaritas resmi.
“Bentrok itu bukan dilakukan oleh pengunjuk rasa pro-Palestina, melainkan kelompok kecil yang memang datang hanya untuk membuat kekacauan,” ujar Gravina.
Meski situasi di luar stadion sempat tegang, suasana di dalam Bluenergy Stadium (Stadio Friuli) justru disebut penuh ketenangan.
“Lingkungan di dalam stadion sangat tenang dan penuh semangat. Ada pemenang dan yang kalah, tapi hubungan kami dengan manajemen tim Israel tetap baik,” jelasnya.
Italia sendiri menang 3-0 atas Israel berkat dua gol Mateo Retegui dan satu dari Gianluca Mancini. Hasil itu membuat tim asuhan Gennaro Gattuso menjaga peluang besar lolos ke Piala Dunia 2026.
Gravina, yang juga menjabat Wakil Presiden UEFA, menambahkan bahwa konfederasi Eropa akan melakukan evaluasi terhadap format kualifikasi Piala Dunia setelah fase ini berakhir.
“Saya belum mendengar rencana perubahan apa pun. Tapi kami perlu melakukan penilaian setelah kualifikasi selesai,” katanya.










