Uang Pengobatan Ikut Diembat, Kasus Penipuan Rp10 M Orang Dekat Tantri Kotak Makin Miris

Uang Pengobatan Ikut Diembat, Kasus Penipuan Rp10 M Orang Dekat Tantri Kotak Makin Miris

Icon_INILAH GOLD.png

Rabu, 24 Juni 2026 – 21:45 WIB

Pasangan musisi Tantri Syalindri (Tantri Kotak) dan Hatna Danarda (Arda Naff). Pihak keluarga kini tengah menggandeng tim untuk menelusuri aliran dana dan melacak keberadaan terduga pelaku penipuan berinisial PN yang diduga melarikan uang investasi hingga dana pengobatan senilai puluhan miliar rupiah. (Foto: Instagram @tantrisyalindri)

Pasangan musisi Tantri Syalindri (Tantri Kotak) dan Hatna Danarda (Arda Naff). Pihak keluarga kini tengah menggandeng tim untuk menelusuri aliran dana dan melacak keberadaan terduga pelaku penipuan berinisial PN yang diduga melarikan uang investasi hingga dana pengobatan senilai puluhan miliar rupiah. (Foto: Instagram @tantrisyalindri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kasus dugaan penipuan yang menyeret orang terdekat keluarga pasangan musisi Tantri Syalindri Ichlasari alias Tantri Kotak kian berkembang. Tidak hanya soal kerugian materi, perkara ini juga mulai mengungkap pola dugaan penggelapan dana yang lebih luas, termasuk uang yang disebut-sebut berasal dari kebutuhan penting seperti pengobatan.

Pihak keluarga kini tengah fokus menelusuri aliran dana yang diduga dibawa kabur oleh terduga pelaku berinisial PN alias Poppy Nupitasari. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data korban lain yang kemungkinan terdampak dalam kasus serupa.

Hatna Danarda atau Arda Naff, suami Tantri, mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim masih terus mendalami informasi yang masuk. Langkah ini dianggap penting untuk memetakan secara utuh modus yang digunakan, sekaligus membuka kemungkinan adanya korban tambahan di luar lingkar pertemanan dekat.

“Saat ini kami bersama tim masih terus mendalami dan mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut. Kami juga berempati kepada korban-korban lainnya yang terdampak,” kata Arda, Rabu (24/6/2026).

Kasus ini mencuat setelah Tantri mengungkap dugaan penipuan tersebut melalui media sosial. Sosok PN disebut bukan orang baru dalam kehidupan mereka, melainkan figur yang selama ini dipercaya dan memiliki kedekatan personal dengan keluarga.

Dari penelusuran awal, modus yang digunakan diduga berkaitan dengan pengelolaan dana investasi dan tabungan. Nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan angka sementara yang beredar menyentuh Rp10 miliar.

Yang menjadi sorotan, sebagian dana yang diduga dibawa kabur disebut berasal dari alokasi kebutuhan mendesak, termasuk biaya pengobatan. Hal ini menambah dimensi serius dalam kasus tersebut karena menyentuh aspek kemanusiaan para korban.

Sejak 21 Juni 2026, terduga pelaku dilaporkan tidak dapat dihubungi dan diduga memutus seluruh akses komunikasi. Keberadaannya hingga kini belum diketahui, sementara upaya pelacakan terus dilakukan oleh pihak keluarga dan tim yang ditunjuk.

Di tengah situasi tersebut, Arda menegaskan bahwa pihaknya memilih untuk tidak terburu-buru mengambil langkah hukum lanjutan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh data dan bukti terkumpul secara komprehensif sebelum proses berikutnya ditempuh.

“Kami memilih fokus pada proses yang sedang berjalan dan berharap semuanya dapat ditangani dengan baik sesuai jalurnya,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik dugaan penipuan tidak jarang terjadi dalam lingkar kepercayaan terdekat. Kedekatan personal kerap menjadi celah yang dimanfaatkan, membuat korban lengah hingga akhirnya mengalami kerugian besar.

Hingga kini, proses penelusuran masih berlangsung, dengan kemungkinan terbukanya fakta baru seiring bertambahnya laporan dan informasi dari para korban lain.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today