Umurnya Sudah Setengah Abad, Menko Zulhas Dukung Penuh Revitalisasi Pupuk Kujang

Umurnya Sudah Setengah Abad, Menko Zulhas Dukung Penuh Revitalisasi Pupuk Kujang

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 6 November 2025 – 21:22 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di pabrik Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis. (Foto: ANTARA/Ali Khumaini).

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di pabrik Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis. (Foto: ANTARA/Ali Khumaini).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dari sekian banyak pabrik pupuk yang beroperasi, ternyata banyak yang sudah ‘uzur’ alias tua.

Alhasil, proses produksinya menjadi lebih mahal ketimbang industri pupuk modern. Padahal, Indonesia perlu pupuk dalam jumlah besar guna mewujudkan swasembada pangan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), menyebut pabrik Pupuk Kujang yang sudah berusia tua, bisa segera direvitalisasi. Demi efisiensi dan mendukung cita-cita pemerintah mencapai swasembada pangan.

“Pabrik Pupuk Kujang dibangun tahun 1975. Jadi usianya sudah 50 tahun,” kata Menko Zulhas usai plant tour di Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jabar, Kamis (6/11/2025).

Ia mengatakan, jika dibayangkan dengan transportasi bus, saat ini Pupuk Kujang masih menggunakan bus buatan tahun 1975. Sedangkan pihak lain sudah menggunakan bus buatan terbaru, tahun 2025. Kondisi itu membuat tidak efisien.

Menurut Menko Zulhas, saat ini, usia Pupuk Kujang mencapai 50 tahun. Sedangkan idealnya, operasional sebuah pabrik itu berkisar 15 hingga 20 tahun. Namun demikian, Ketua Umum (Ketum) PAN itu, mengapresiasi pabrik pupuk yang terus mendukung penuh program swasembada pangan.

Saat ini, lanjut Menko Zulhas, pemerintah meminta Pupuk Indonesia untuk melakukan produksi pupuk, secara efisien. Hasilnya, pemerintah mampu mempertahankan besaran subsidi stabil di angka Rp44 triliun.

“Sekarang ini diambil kebijakan market to market. Jadi, subsidi kita tetap Rp44 triliun, dengan marked to market, ya, uang itu bisa dipakai untuk membeli bahan baku dan seterusnya. Sekarang Pupuk Indonesia bisa bikin pabrik satu tiap tahun. Kemudian penghematannya bisa memberikan diskon 20 persen (harga subsidi turun 20 persen),” katanya.

Disebutkan, untuk membangun satu pabrik baru dapat menghabiskan anggaran sekitar Rp8 triliun. Jadi dengan anggaran subsidi, ia meyakini Pupuk Indonesia dapat membangun pabrik baru dan merevitalisasi pabrik, dengan kebijakan efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut dia, revitalisasi pabrik pupuk berusia tua dan pembangunan pabrik baru ke depan diperlukan untuk mendukung cita-cita pemerintah mencapai swasembada pangan.

Dalam kunjungan ke Karawang, Menko Zulhas didampingi jajaran direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Pupuk Kujang, Wakil Bupati Karawang Maslani serta jajaran Forkopimda Karawang.

Pada kesempatan tersebut, Menko Zulhas melakukan plant tour di Pupuk Kujang serta meninjau ketersediaan pupuk di pabrik Pupuk Kujang. Dia pun menyempatkan diri untuk berbincang dengan petani.

Serta meninjau stok pupuk di kios sekaligus memantau proses transaksi digital penebusan pupuk dengan harga yang baru mengalami penurunan.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today