Viral Video TKW Dipukuli Brutal di Malaysia, DPR Minta Pemerintah ‘Gercep’ Pulangkan Korban!

Viral Video TKW Dipukuli Brutal di Malaysia, DPR Minta Pemerintah ‘Gercep’ Pulangkan Korban!

Diana Medium.jpeg

Selasa, 16 Juni 2026 – 05:24 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris. (Foto: Inilah.com/Diana).

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris. (Foto: Inilah.com/Diana).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisi IX DPR mendesak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memberikan proteksi maksimal terhadap tiga Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban penganiayaan sadis oleh majikan mereka di Johor Bahru, Malaysia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjamin keselamatan para korban serta mempercepat proses pemulangan mereka ke Indonesia.

“Ya kita berharap pemerintah bisa memberikan perlindungan secara optimal kepada korban ya, bukan saja memberikan perlindungan tetapi bisa memastikan yang bersangkutan bisa dipulangkan ke tanah air dengan selamat,” ujar Charles kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Politisi PDIP ini menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan KP2MI. Berdasarkan informasi teranyar, kepolisian diraja Malaysia telah menghubungi pihak perwakilan RI dan berhasil menciduk para pelaku penganiayaan.

“Jadi ya kita menunggu berita baik segera, agar yang bersangkutan bisa dipulangkan ke Indonesia,” lanjut Charles.

Kasus memilukan ini sebelumnya terbongkar setelah salah satu korban berinisial YY secara berani melayangkan aduan melalui kanal resmi milik perwakilan RI. Laporan itu menjadi pembuka jalan bagi penyelamatan dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) lainnya, yakni YA dan SH.

Menteri KP2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa pengaduan pertama masuk lewat layanan KSATRIA milik KJRI Johor Bahru pada Sabtu, 13 Juni 2026.

“Dalam laporannya, YY menyampaikan dugaan kekerasan fisik yang dialaminya, serta mengungkap dua PMI lainnya, YA dan SH, yang diduga mengalami perlakuan serupa saat bekerja sebagai asisten rumah tangga di Johor Bahru,” papar Mukhtarudin, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan investigasi awal, ketiga asisten rumah tangga ini ternyata telah disiksa secara berkala sejak akhir tahun 2025 hingga Januari 2026. Kejamnya lagi, usai dipukuli, para korban ditelantarkan begitu saja oleh sang majikan di kawasan Kampung Melayu Majidee, Johor.

Nasib para PMI ini sempat terkatung-katung lantaran mereka masuk secara nonprosedural dan tidak mengantongi dokumen resmi. Ketakutan mereka untuk melapor kian bertambah karena paspor mereka ditahan oleh majikan. Namun karena situasi yang kian mencekam, YY akhirnya nekat mencari pertolongan ke pihak KJRI.

Kasus ini pun mendadak viral dan memicu kemarahan publik setelah rekaman video penganiayaan beredar luas di jagat maya. Dalam video tersebut, para korban tampak dipukuli secara brutal, dijambak, hingga dihantam di bagian kepala oleh beberapa orang.

Merespons video viral dan laporan resmi tersebut, aparat kepolisian Malaysia bergerak cepat. Pihak Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Larkin dilaporkan telah meringkus empat orang terduga pelaku untuk diperiksa secara intensif.

Saat ini, dua dari tiga korban sudah diamankan di Tempat Tinggal Sementara (TTS) milik KJRI Johor Bahru. Sementara itu, satu korban lainnya yang saat ini terdeteksi berada di Kuala Lumpur tengah dalam proses penjemputan oleh tim penolong.

Mukhtarudin menegaskan bahwa jajarannya tidak akan tinggal diam dan bakal terus mengawal ketat proses hukum di Malaysia, termasuk menyiapkan pendampingan bagi para korban.

“KP2MI akan memastikan seluruh korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan hingga proses penanganan selesai,” pungkas Mukhtarudin.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today