Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Foto: Antara/Galih Pradipta)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyampaikan pesan yang tidak main-main. Ia mewanti-wanti semua pihak yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak mencari keuntungan pribadi dengan cara mengurangi kualitas atau jumlah bahan baku makanan untuk anak-anak.
“Jangan sampai ada yang mengurangi bahan baku. Pak (Presiden) Prabowo sampai menghitung sendiri menu itu, dan beliau berkesimpulan dengan Rp10 ribu itu masih bisa pakai ayam dan telur. Jadi jangan di-markup,” tegas Nanik dalam Rapat Koordinasi Kejadian Menonjol terkait Konsumsi MBG di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Penegasan ini bukan sekadar imbauan administratif. Nanik menyebutnya sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga amanah Presiden Prabowo Subianto. “Bapak Ibu semua, program MBG ini bukan bisnis. Ini adalah kecintaan Pak Prabowo pada anak-anak Indonesia,” ujarnya, menyentuh hati semua yang hadir.
Ia pun membagikan cerita pilu yang menjadi cikal bakal program nasional ini. Lebih dari satu dekade lalu, tepatnya tahun 2012, Prabowo menyaksikan langsung pahitnya kehidupan seorang ibu yang terpaksa memberi makan anaknya dengan sisa makanan dari pabrik.
“Mereka pisahkan yang kotor dan yang bersih. Setelah diikuti, ternyata ibu-ibu itu memberi makan anaknya dengan makanan sisa buruh pabrik. Saat itulah, Pak Prabowo bertekad, memberi makan semua anak setiap hari, ketika dirinya terpilih jadi presiden,” kenang Nanik.
Tak lupa, Nanik mengimbau para dapur mitra atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar kelayakan dasar, seperti pelapisan epoksi pada lantai dapur, untuk segera melengkapinya. “Dari Kuningan sampai NTB, saya sudah melihat beberapa dapur yang tidak layak,” ujarnya.
Dia menyatakan bahwa ini adalah kesalahan bersama yang harus segera diperbaiki. “Kita harus akui ini kelalaian kita bersama. Ini salah BGN, mitra, dan SPPG yang harus kita perbaiki bersama,” katanya.
Nanik, menekankan bahwa yang dipertaruhkan dalam program ini adalah masa depan dan kesehatan jutaan anak Indonesia. “Tolong saling mengingatkan ahli gizi dan akuntan untuk mengawal menu ini,” kata dia.














