Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS, Begini Respons Santai FIFA

Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS, Begini Respons Santai FIFA

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 9 Juni 2026 – 05:33 WIB

Omar Artan beraksi di Piala Dunia U-20 2025, sebuah turnamen FIFA. (Foto: Héctor Vivas/FIFA/Getty Images)

Omar Artan beraksi di Piala Dunia U-20 2025, sebuah turnamen FIFA. (Foto: Héctor Vivas/FIFA/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kebijakan imigrasi super ketat Amerika Serikat (AS) kembali memantik kontroversi jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Kali ini, ofisial pertandingan resmi FIFA asal Somalia, Omar Artan, secara mengejutkan ditolak masuk oleh otoritas imigrasi AS setibanya di Bandara Internasional Miami.

Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) pada Senin (8/6) mengonfirmasi bahwa seorang warga negara Somalia yang dijadwalkan memimpin pertandingan Piala Dunia telah dilarang masuk setelah mendarat dari rute penerbangan Istanbul pada hari Sabtu. FIFA kemudian membenarkan bahwa sosok tersebut adalah Omar Artan, satu-satunya wasit asal Somalia yang terpilih bertugas di turnamen akbar ini.

Tersandung Aturan Keamanan dan Status Negara

Penolakan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan keamanan berlapis yang diterapkan otoritas perbatasan AS. Somalia saat ini memang tercatat dalam daftar negara yang terkena larangan imigrasi oleh pemerintah Amerika Serikat, meskipun secara teori terdapat pengecualian untuk ajang internasional tertentu.

“Setelah melalui pemeriksaan lanjutan, pelancong yang merupakan wasit Piala Dunia FIFA tersebut dinyatakan tidak dapat diterima masuk (inadmissible) karena adanya kekhawatiran dari proses penyaringan keamanan (vetting concerns),” jelas CBP dalam pernyataan resminya.

CBP menegaskan bahwa seluruh pendatang—tanpa terkecuali atlet, pelatih, maupun staf turnamen—wajib tunduk pada inspeksi perbatasan. Keputusan penolakan tersebut bersifat individual dan didasarkan pada informasi penegakan hukum, keamanan nasional, serta data imigrasi pada saat pemeriksaan.

FIFA Tolak Intervensi Kebijakan Tuan Rumah

Menghadapi insiden yang menimpa salah satu perangkat pertandingannya, FIFA memilih untuk tidak melakukan intervensi. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki wewenang untuk mencampuri yurisdiksi imigrasi negara tuan rumah.

“FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk ajudikasi visa. Sejalan dengan acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya lah yang menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka,” bunyi pernyataan resmi FIFA.

Tantangan Piala Dunia di Bawah Bayang-Bayang Kebijakan Imigrasi Ketat

Insiden pendeportasian Omar Artan ini menjadi bukti nyata benturan antara penyelenggaraan mega-event global dengan kebijakan imigrasi agresif yang menjadi agenda utama pemerintahan Presiden Donald Trump.

Meski pemerintah AS sebelumnya sempat melonggarkan beberapa syarat, seperti menangguhkan kewajiban bayar obligasi hingga $15.000 bagi pemegang tiket dari negara tertentu, insiden ini membuktikan bahwa tembok perbatasan AS tetap berlapis.

Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, sebelumnya telah meyakinkan publik bahwa AS tetap menjadi tuan rumah yang ramah. “Kami ingin orang-orang bisa datang ke sini dan menikmati Piala Dunia, sembari memastikan bahwa kami juga bisa menjaga keamanan negara,” tegasnya akhir pekan lalu.

Namun, dengan ditolaknya Omar Artan, kesiapan AS dalam menjamin aksesibilitas bagi seluruh delegasi resmi Piala Dunia 2026 kini kembali dipertanyakan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 1 visit(s) today