Petenis andalan Jerman, Alexander Zverev, sukses mengamankan tiket ke partai puncak ATP Masters 1000 Madrid Open 2026. Zverev melaju ke final usai menundukkan petenis kejutan asal Belgia, Alexander Blockx, dengan skor 6-2, 7-5 pada laga semifinal yang digelar Sabtu (2/5/2026) WIB.
Kemenangan ini membawa Zverev pada tantangan pamungkas melawan petenis peringkat satu dunia, Jannik Sinner, dalam laga final yang akan berlangsung pada Minggu (3/5/2026).
Sejajar dengan Federer dan Nadal
Kemenangan atas Blockx mempertegas status Zverev sebagai salah satu penguasa lapangan tanah liat di ibu kota Spanyol. Raihan tersebut merupakan kemenangan ke-30 Zverev di Madrid Open, sekaligus menjadikannya petenis ketiga dalam sejarah—setelah Roger Federer dan Rafael Nadal—yang mampu mencapai final turnamen ini sebanyak empat kali.
“Saya sangat senang bisa berada di final. Ada banyak pertarungan sengit, terutama di awal turnamen. Saya menantikan untuk bermain melawan Jannik lagi dan menantikan pertandingan yang sulit. Pemain yang lebih baik akan menang pada hari Minggu,” ungkap Zverev seusai laga.
Zverev tampil sangat dominan sejak awal pertandingan melawan Blockx. Meski Blockx sempat memberikan perlawanan alot di set kedua dengan menggagalkan tujuh break point, Zverev yang sempat tertinggal 0/40 di gim ke-11 mampu bangkit. Petenis peringkat tiga dunia itu berhasil mencuri break krusial dan menuntaskan pertandingan dalam waktu 1 jam 35 menit.
Misi Menghentikan Dominasi Sinner
Partai final Madrid Open 2026 akan menjadi pertemuan kelima secara beruntun antara Zverev dan Sinner di turnamen level Masters 1000. Catatan pertemuan terakhir sangat memihak Sinner. Petenis asal Italia itu selalu menang telak tanpa kehilangan satu set pun dalam empat bentrokan terakhir mereka (semifinal Paris, Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo).
Pertandingan Minggu besok juga membawa pertaruhan sejarah yang besar. Jika menang, Sinner akan menjadi petenis pertama dalam sejarah (sejak seri ini dimulai pada 1990) yang mampu memborong lima gelar Masters 1000 secara berturut-turut. Di sisi lain, ini akan menjadi final Masters 1000 pertama bagi Sinner di lapangan tanah liat (clay).
Menyadari dominasi lawannya, Zverev yang sudah dua kali menjuarai Madrid Open bertekad memberikan perlawanan maksimal.
“Dia (Sinner) orang yang cukup santai dan menikmati tenis saat ini. Saya pikir tenis sangat mudah baginya saat ini dengan cara dia bermain. Mungkin pada hari Minggu saya akan membuatnya sedikit lebih sulit,” kata Zverev, petenis berusia 29 tahun tersebut.
“Delapan kali terakhir saya tidak banyak menang. Dia adalah pemain terbaik di dunia dan saya akan mencoba memberinya perlawanan yang sengit,” tegasnya.
Sementara itu, meski langkahnya terhenti di semifinal, Alexander Blockx meninggalkan Madrid dengan pencapaian impresif. Pemain berusia 21 tahun itu sukses mengalahkan nama-nama besar di jajaran Top 20 seperti Felix Auger-Aliassime, Casper Ruud, dan Francisco Cerundolo. Hasil ini membuat peringkat ATP Blockx meroket 34 tingkat ke posisi 35 dunia.










