15,3 Juta Warga Produktif tak Punya Rekening Bank, LPS Pasang Target Ambisius Pakai Jurus Ini

15,3 Juta Warga Produktif tak Punya Rekening Bank, LPS Pasang Target Ambisius Pakai Jurus Ini

Clara Medium.jpeg

Selasa, 27 Januari 2026 – 20:13 WIB

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyimak penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terkait hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I 2026 di Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja/aww).

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyimak penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terkait hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I 2026 di Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja/aww).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Masih ada jutaan warga usia produktif yang belum tersentuh layanan perbankan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sepanjang 2025 sebanyak 15,3 juta penduduk usia kerja belum memiliki rekening. Tahun depan, angka itu dibidik turun menjadi sekitar 13 juta orang.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan, kelompok penduduk produktif yang dimaksud berada pada rentang usia 15 hingga 69 tahun.

“Yang belum mempunyai rekening itu adalah sebanyak 15,3 juta jiwa tahun 2025. Target kami akan menurunkan ke sekitar 13 juta jiwa penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening pada tahun 2026,” ujar Anggito dalam Konferensi Pers hasil rapat KSSK I Tahun 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Untuk mengejar target tersebut, LPS menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Strateginya tak cuma lewat kampanye, tapi juga penguatan edukasi serta literasi keuangan masyarakat.

“Kami punya program ‘Like It’ misalnya untuk menguatkan kepercayaan dan perlindungan masyarakat,” kata dia.

Anggito menegaskan, fokus LPS pada 2026 bukan sekadar menurunkan angka “unbanked”, tetapi juga memperluas akses masyarakat ke layanan sektor keuangan formal.

“Jadi target kami yang akan kami tetapkan di 2026 adalah kurang lebih menambah jumlah penduduk yang produktif, yang nantinya akan memiliki rekening sehingga bisa akses kepada sektor keuangan dan bisa mendapatkan layanan-layanan keuangan yang diperlukan,” jelasnya.
 

Visited 7 times, 1 visit(s) today