Senior Manager Marketing Biznet Biznet Adrianto Sulistyo (kiri) dan Vice President Marketing Biznet Hutomo Siswanto (kanan) saat konferensi pers 25 tahun Biznet di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (1/10/2025). (Foto: Inilah.com/inu)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Biznet resmi memasuki usia 25 tahun dengan menegaskan komitmennya untuk menekan kesenjangan digital di Indonesia. Dalam konferensi pers di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (1/10/2025), Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, menyebut perusahaan terus membangun infrastruktur hingga pelosok melalui jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) dan BNCS-2.
“Memang telah menjadi komitmen kami selama 25 tahun ini menjadi sebuah provider internet yang menekan digital gap atau kesenjangan digital di Indonesia,” kata Adrianto.
BNCS-1 dan BNCS-2, Konektivitas Antar-Pulau
BNCS-1 yang diluncurkan tahun lalu telah menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra sebagai jalur koneksi utama. Saat ini, Biznet tengah membangun BNCS-2 yang ditargetkan selesai tahun depan untuk memperluas konektivitas hingga Kalimantan dan Sulawesi. Infrastruktur ini diharapkan memperkuat stabilitas layanan sekaligus memeratakan bandwidth di berbagai wilayah.
“Ini memang tantangan besar bagi kami untuk bisa memeratakan bandwidth internet di Indonesia dengan koneksi dan infrastruktur yang cukup andal,” ujar Adrianto.
100 Ribu Km Fiber, 3 Juta Homepass
Dalam 25 tahun perjalanannya, Biznet telah membangun lebih dari 100 ribu km kabel fiber optik yang menjangkau lebih dari 185 kota, meliputi Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, hingga Flores. Infrastruktur itu mencakup 3 juta homepass yang siap terkoneksi dengan internet cepat.
Selain melayani segmen korporasi (B2B), Biznet juga menghadirkan layanan untuk UMKM hingga rumah tangga (B2C). Adrianto menegaskan, kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah sejak pandemi mendorong lonjakan permintaan di segmen Biznet Home.
Fokus Hospitality dan Ekonomi Digital
Segmen pariwisata juga menjadi salah satu fokus layanan. Menurut Adrianto, industri hospitality di Indonesia menunjukkan permintaan tinggi, sehingga Biznet memperkuat solusi konektivitas di sektor tersebut.
“Secara segmentasi, kami paham industri pariwisata di Indonesia cukup tinggi, sehingga banyak dibutuhkan layanan untuk segmentasi hospitality,” jelasnya.
Bandwidth Besar Menuju Asia Tenggara
Biznet tak hanya berfokus pada pemerataan nasional, tetapi juga menargetkan bandwidth Indonesia sejajar dengan negara-negara Asia Tenggara.
“Kami tidak hanya ingin sekadar menyempurnakan konektivitas Indonesia, tapi juga membuat Indonesia memiliki bandwidth besar se-Asia Tenggara,” tegas Adrianto.
Menurutnya, internet di Indonesia kini bergerak dari kapasitas rendah menuju bandwidth besar, minimum 100 Mbps, dan ke depan diharapkan bisa mendekati standar Singapura yang sudah mencapai 1–10 Gbps.
“Dengan bandwidth besar ini masyarakat Indonesia bisa lebih produktif, kreatif, bahkan bersaing di dunia internasional,” ujarnya optimistis.














