3.500 Porsi per Hari, SPPG Kota Bogor Ini Punya Cara Agar Tetap Zero Accident

3.500 Porsi per Hari, SPPG Kota Bogor Ini Punya Cara Agar Tetap Zero Accident

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 24 September 2025 – 04:10 WIB

Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Ulu 2 di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/8/2025). (Foto: Antara)

Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Ulu 2 di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/8/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, berhasil mempertahankan status zero accident selama sembilan bulan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak beroperasi pada 6 Januari 2025.

Ahli gizi SPPG Tanah Sareal, Countessha Nicola (Tessa), menyebut capaian ini sebagai bukti disiplin ketat dalam pengelolaan ribuan porsi makanan sehat dan higienis setiap hari.

“SPPG ini mampu menghadirkan santapan sehat dan higienis tepat waktu bagi penerima manfaat dari tingkat TK hingga SMA,” ujar Tessa, Selasa (16/9/2025).

Pengawasan Menyeluruh dari Hulu ke Hilir

Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari pengawasan menyeluruh sejak pemilahan bahan pangan, penyimpanan, pengolahan di dapur, pendinginan, pengemasan, hingga distribusi.

Setiap bahan makanan wajib melewati kontrol kualitas, dengan bahan basah seperti daging disimpan di lemari pendingin pada suhu di bawah -15 derajat Celcius.

Aktivitas memasak dimulai sejak pukul 01.00 WIB untuk menu olahan lama, sementara menu sederhana dimasak mulai pukul 02.00 WIB. Setelah dimasak, makanan didinginkan agar tidak cepat basi, kemudian diporsikan dan dikemas mulai pukul 05.00 WIB.

Distribusi dilakukan dua tahap: pukul 07.00 WIB untuk TK, PAUD, dan SD, serta pukul 11.00 WIB untuk SMP dan SMA.

“Total produksi mencapai lebih dari 3.500 porsi per hari,” jelasnya.

Uji Kualitas dan Kebersihan Ketat

Tessa menambahkan, setiap makanan harus disajikan dalam waktu kurang dari empat jam untuk menjaga kualitas. Sebelum dikirim, makanan diuji secara organoleptik—meliputi aroma, rasa, warna, dan tekstur—serta disimpan dalam food sample hingga dua pekan sebagai antisipasi bila terjadi masalah kesehatan.

Penerapan standar kebersihan juga dijaga ketat. Seluruh pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, penutup kepala, dan alas kaki higienis.

Selain variasi menu, takaran susu dan buah juga dihitung sesuai angka kecukupan gizi (AKG) agar setiap porsi memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat.

Manfaat untuk Komunitas dan Lingkungan

Program MBG di SPPG Tanah Sareal tidak hanya menyasar anak sekolah dari tingkat TK hingga SMA, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di 15 sekolah dan wilayah sekitar dengan radius 5 kilometer.

Selain itu, SPPG turut memperhatikan aspek lingkungan dengan memilah sampah makanan. Sisa makanan kemudian dimanfaatkan pelaku usaha kecil seperti peternak lele dan maggot, sehingga memberi nilai tambah sekaligus mendukung ekonomi lokal.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today