95,8 Persen Orang Dewasa Kurang Gerak, Kemenkes Ingatkan Ancaman Penyakit Tidak Menular

95,8 Persen Orang Dewasa Kurang Gerak, Kemenkes Ingatkan Ancaman Penyakit Tidak Menular

Mia Medium.jpeg

Rabu, 5 November 2025 – 15:45 WIB

Orang dewasa kurang gerak menyebabkan penyakit tidak menular termasuk obesitas. (Dokumentasi: Istockphoto)

Orang dewasa kurang gerak menyebabkan penyakit tidak menular termasuk obesitas. (Dokumentasi: Istockphoto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap temuan mengejutkan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari lebih dari 50,5 juta peserta yang telah mengikuti program ini, sebesar 95,8 persen orang dewasa tercatat kurang melakukan aktivitas fisik.

“Pencapaian lebih dari 50,5 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya kesehatan nasional. Namun data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (5/11/2025).

Program CKG terbagi menjadi dua, yakni CKG umum dengan 34,3 juta peserta dan CKG sekolah yang diikuti oleh 16,2 juta peserta. Meski capaian peserta tinggi, hasil pemeriksaan memperlihatkan tantangan besar dalam gaya hidup masyarakat Indonesia.

Ancaman Penyakit Tidak Menular

Selain kurangnya aktivitas fisik, kelompok dewasa juga menghadapi sejumlah masalah kesehatan lain. Data Kemenkes mencatat:

  1. Karies gigi: 41,9 persen
  2. Obesitas sentral: 32,9 persen
  3. Overweight dan obesitas: 24,4 persen.

“Temuan ini mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif,” kata Budi.

Ia menegaskan, CKG bukan sekadar pemeriksaan massal, tetapi juga instrumen strategis untuk deteksi dini dan penanganan cepat terhadap penyakit. Dengan penanganan yang lebih dini, risiko penyakit katastropik, kecacatan, hingga kematian dapat ditekan.

“Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan, dan intervensi di masyarakat,” ujarnya.

Pada kelompok lansia tak luput dari perhatian. Sebanyak 96,7 persen tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7 persen mengalami hipertensi.

Masalah Kesehatan Sejak Dini

Temuan CKG juga menunjukkan tantangan kesehatan di berbagai kelompok usia. Pada bayi baru lahir, terdeteksi:

  1. Risiko kelainan saluran empedu: 18,6 persen
  2. Berat badan lahir rendah: 6,1 persen
  3. Penyakit jantung bawaan kritis: 5,5 persen
  4. Sementara pada balita dan anak prasekolah, masalah kesehatan gigi tidak sehat (31,5 persen), stunting (5,3 persen), dan wasting (3,8 persen) masih menjadi isu utama.

Dorongan Gaya Hidup Sehat

Kemenkes mengajak masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan menjaga pola hidup sehat. 

Budi menambahkan hasil CKG akan digunakan untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan promosi gaya hidup sehat di masa mendatang.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan cakupan peserta yang terus meningkat, CKG diharapkan menjadi basis kebijakan berbasis data yang lebih akurat serta memperkuat sistem pencegahan penyakit di Indonesia.
 

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today