Insentif Pemerintah Dongkrak Penjualan Mobil Listrik, Nasibnya Usai 2025 Masih Abu-Abu

Insentif Pemerintah Dongkrak Penjualan Mobil Listrik, Nasibnya Usai 2025 Masih Abu-Abu


Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menegaskan bahwa kebijakan insentif pemerintah untuk industri elektrifikasi memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan minat beli kendaraan listrik di Indonesia.

“Insentif pemerintah memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan penjualan BEV dan sepeda motor listrik,” kata Yannes saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/8) dikutip dari Antara.

Data penjualan menunjukkan bukti nyata efektivitas insentif tersebut. Pada periode Januari–April 2025, penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) tercatat 23 ribu unit, dan jika diekstrapolasi setahun penuh diperkirakan bisa mencapai 63 ribu unit. 

Bahkan menurut catatan Gaikindo, hingga Juli 2025 penjualan kendaraan listrik sudah menembus 42.178 unit, hampir menyamai total sepanjang 2024 yang mencapai 43.188 unit.

Namun, kebijakan insentif ini masih menyisakan tanda tanya besar. 

Program insentif untuk kendaraan listrik dengan skema completely built up (CBU) impor akan berakhir pada Desember 2025, dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum memastikan keberlanjutannya.

“Terkait insentif ini, sampai hari ini kami belum ada rapat atau pertemuan dengan kementerian/lembaga terkait untuk membahas keberlanjutannya,” ujar Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin.

Saat ini terdapat enam perusahaan otomotif penerima insentif CBU yang memiliki komitmen investasi senilai Rp15,52 triliun. Investasi itu ditargetkan menambah kapasitas produksi hingga 305 ribu unit di Indonesia sebagai timbal balik dari dukungan pemerintah.

Hingga kini, populasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Kemenperin mencatat jumlah kendaraan berbasis baterai pada 2025 sudah mencapai 274.802 unit, naik signifikan dari 207 ribu unit pada 2024 dan hanya 116 ribu unit pada 2023.

Lonjakan ini menegaskan bahwa insentif berperan sebagai katalis utama. Namun, jika pemerintah tidak memperpanjang kebijakan setelah 2025, pertumbuhan adopsi kendaraan listrik dikhawatirkan akan melambat.

Visited 2 times, 1 visit(s) today