Perplexity AI Buat Skema Bagi Hasil untuk Media, Sediakan Dana Awal Rp690 Miliar

Perplexity AI Buat Skema Bagi Hasil untuk Media, Sediakan Dana Awal Rp690 Miliar


Startup pencarian berbasis AI, Perplexity AI, mengumumkan akan mulai berbagi pendapatan pencarian dengan penerbit media. Langkah ini digadang sebagai upaya perusahaan untuk meredakan ketegangan sekaligus menciptakan model bisnis baru yang lebih adil di era AI.

Dalam pernyataannya, Perplexity menyebut media mitra akan menerima pembayaran ketika konten mereka digunakan oleh browser atau asisten AI milik perusahaan untuk menjawab pertanyaan pengguna. Program ini akan dikelola lewat layanan berlangganan baru bernama Comet Plus yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami mengompensasi penerbit dengan model yang tepat untuk era AI,” tulis tim Perplexity dalam blog resminya.

Dana Awal Rp690 Miliar untuk Penerbit

Perplexity menyiapkan dana sebesar US$42,5 juta (sekitar Rp690 miliar) sebagai alokasi awal untuk dibagikan kepada penerbit. Perusahaan optimistis jumlah ini akan bertambah seiring pertumbuhan bisnis.

Comet Plus akan dipatok US$5 per bulan (sekitar Rp80 ribu), menjadi paket tambahan bagi pelanggan premium yang sudah ada.

Hadapi Gugatan Hukum Media

Langkah bagi hasil ini datang di tengah gempuran gugatan hukum dari sejumlah media besar, termasuk Wall Street Journal, New York Times, hingga harian Jepang Yomiuri Shimbun

Mereka menuduh Perplexity mengambil keuntungan secara tidak adil dengan menyalin dan mereproduksi konten berhak cipta untuk menggerakkan mesin pencari berbasis jawaban (answer engine).

Salah satu gugatan bahkan menuding Perplexity secara ilegal menggunakan konten Wall Street Journal dan New York Post.

Disruptor Google, tapi Jadi Sasaran Media

Perplexity kerap disebut sebagai salah satu pesaing potensial Google dalam bisnis pencarian. Berbeda dari mesin pencari klasik, Perplexity langsung menampilkan jawaban jadi di laman utamanya, lengkap dengan tautan sumber, sehingga pengguna tidak perlu mengklik ke situs asal.

Namun, hal ini justru memicu tudingan media bahwa Perplexity mengurangi trafik ke situs berita. Tahun lalu, perusahaan sempat menuding sikap agresif media sebagai “pendekatan yang picik, tidak perlu, dan merugikan diri sendiri.”

Dengan skema baru Comet Plus, Perplexity berusaha menegaskan posisinya sebagai mitra penerbit, bukan pesaing. 

“Konten berkualitas dari penerbit dan jurnalis semakin penting ketika web berevolusi dari sekadar informasi menjadi pengetahuan dan peluang,” tulis perusahaan.

Visited 4 times, 1 visit(s) today