Hari ini, jalanan di kawasan Jakarta terlihat lengang alias sepi tak seperti biasanya yang selalu macet. Naga-naganya, warga ibu kota memilih di tinggal rumah, sambil menggarap pekerjaan kantor. Pun demikian dengan anak sekolah, belajar lewat zoom meeting. Semua gara-gara ketakutan akan demo lanjutan bakal rusuh.
Kondisi ini, membuat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sarman Simanjorang ketar-ketir. Karena dampaknya sangat dirasakan pelaku usaha.
“Jika masyarakat takut keluar rumah, maka berbagai sektor usaha jelas terganggu, seperti transportasi, perdagangan, kuliner, mal atau pusat perbelanjaan, hotel, restoran, logistik, dan masih banyak lagi lainnya,” kata Sarman, Jakarta, dikutip Senin (1/9/2025).
Jika aktivitas ekonomi terganggu, kata Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu, berimbas kepada pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen.
Apalagi, lanjut Sarman, aksi unjuk rasa mendapat perhatian dari media asing. Artinya, perkembangan aksi massa yang diwarnai aksi penjarahan rumah 3 anggota DPR dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, bisa dengan diketahui dunia.
Hal ini, kata dia, dapat mengganggu psikologis calon investor yang berniat menanamkan modalnya ke Indonesia. Alhasil, mereka bisa saja menunda rencana tersebut. Lebih celaka jika mereka malah membatalkannya. karena menilai Indonesia kurang kondusif dari sisi keamanan.
“Ketidakkondusifan ini juga akan mengganggu pasar keuangan kita seperti transaksi IHSG dan ancaman nilai tukar rupiah termasuk arus turis asing yang enggan datang ke Indonesia,” tutur Sarman.
Sarman bilang, dunia usaha berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah dan upaya persuasif agar aksi unjuk rasa ini dapat diakhiri sehingga berbagai aktivitas masyarakat normal kembali dan pergerakan ekonomi kembali bergairah.
Sebelumnya, rangkaian unjuk rasa meletup di sejumlah daerah di Tanah Air hingga Minggu (31/8/2025) dini hari. Di Jakarta, sejumlah titik menjadi pusat unjuk rasa yakni Gedung DPR RI, Mako Brimob Kwitang, Polda Metro Jaya dan sempat meluas ke berbagai wilayah.
Tak hanya di Jakarta, unjuk rasa daerah lain seperti Surabaya, Makassar, Bali dan beberapa daerah lainnya turut memanas dan diwarnai kericuhan.
Tuntutan masyarakat menyangkut tunjangan jumbo anggota DPR RI dan tanggung jawab atas pernyataan kontroversial anggota dewan, tindakan represif aparat selama unjuk rasa, hingga kepastian hukum bagi pelaku pelindas pengendara ojek online Affan Kurniawan di tengah aksi demonstrasi.











