Angin segar tak kunjung datang bagi para pencari kerja di Amerika Serikat (AS). Klaim tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi sejak Juni, menjadi bukti nyata bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melemah.
Dilansir dari data Departemen Tenaga Kerja AS, klaim awal meningkat sebanyak 8.000 menjadi 237 ribu pada pekan yang berakhir 30 Agustus. Angka ini jauh di atas perkiraan ekonom yang sebelumnya memprediksi hanya 230 ribu.
Fenomena ini tidak terlepas dari langkah hati-hati yang diambil perusahaan dalam merekrut karyawan baru. Menurut data dari firma outplacement Challenger, Gray & Christmas, rencana perekrutan pada Agustus turun ke titik terendah sejak pencatatan dimulai pada 2009. Sebaliknya, pemutusan hubungan kerja justru meningkat.
Rata-rata pergerakan empat minggu untuk klaim baru —indikator yang digunakan untuk meredam volatilitas— naik menjadi 231 ribu, tertinggi sejak Juli. Peningkatan terbesar terjadi di negara bagian Connecticut dan Tennessee.
Sementara itu, klaim lanjutan —yang menjadi proksi jumlah penerima tunjangan— relatif tidak berubah di angka 1,94 juta.
Sebelumnya, laporan dari ADP Research juga menunjukkan perekrutan di perusahaan-perusahaan AS melambat bulan lalu.
Para ekonom kini menanti laporan ketenagakerjaan Agustus dari pemerintah AS yang akan dirilis Jumat ini. Mereka memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja kembali lesu, disertai kenaikan tingkat pengangguran.














