Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Bukan Program ‘Ecek-ecek’, Standarnya Unggulan

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Bukan Program ‘Ecek-ecek’, Standarnya Unggulan

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 24 September 2025 – 05:18 WIB

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menjadi narasumber di Podcast FGDJakarta oleh Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/9/2025). Agus Jabo menegaskan Sekolah Rakyat adalah program besar Presiden untuk memutus mata rantai kemiskinan. (Foto: Biro Humas Kemensos / Aditya Sulaksono)

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menjadi narasumber di Podcast FGDJakarta oleh Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/9/2025). Agus Jabo menegaskan Sekolah Rakyat adalah program besar Presiden untuk memutus mata rantai kemiskinan. (Foto: Biro Humas Kemensos / Aditya Sulaksono)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah inisiatif prioritas dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang dengan standar unggulan, dan bukan merupakan program ‘ecek-ecek’ (remeh). 

Ia bahkan mengungkap bahwa presiden mengamanatkan lahan minimal 8,2 hektare untuk setiap pembangunan sekolah permanen.

Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber di sebuah podcast bersama Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/9).

“Presiden itu memiliki mimpi besar agar anak-anak ini harus menjadi anak-anak yang hebat,” ujar Agus Jabo, mencontohkan kisah sukses anak pengemudi ojol yang diterima di delapan universitas luar negeri.

Ia menjelaskan, model Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama (boarding school) dengan rekrutmen yang murni berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan seleksi akademis, untuk memastikan program tepat sasaran. “Semuanya berbasis data, tidak ada titipan,” tegasnya.

Menjawab kekhawatiran publik terkait potensi korupsi, Agus Jabo menjamin adanya tim pengawasan ketat. “Semua dibuat seterang benderangnya. Tidak boleh ada keinginan untuk mengambil sesuatu dari Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Selain bertujuan memutus rantai kemiskinan, program ini juga terbukti membuka lapangan kerja yang luas. Menurut Agus Jabo, 165 sekolah rintisan yang sudah berjalan telah merekrut lebih dari 2.400 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Dengan kurikulum yang menggabungkan akademis, karakter, dan keterampilan, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai solusi jangka panjang pemerintah untuk menyiapkan generasi penyongsong Indonesia Emas 2045.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today