Ada BUMN Tekor Besar dan Rekayasa Lapkeu, Telunjuk Presiden Prabowo Mengarah ke WSKT?

Ada BUMN Tekor Besar dan Rekayasa Lapkeu, Telunjuk Presiden Prabowo Mengarah ke WSKT?

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 1 Oktober 2025 – 13:01 WIB

Ilustrasi - Gedung kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Foto: ANTARA/HO-Waskita Karya/aa).

Ilustrasi – Gedung kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Foto: ANTARA/HO-Waskita Karya/aa).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Hari-hari ini, para direksi BUMN khususnya yang masih merugi bak duduk di kursi panas. Bergerak salah, diam pun terasa panas di badan. Karena, Presiden Prabowo Subianto sempat menyindir perusahaan pelat merah yang keuangannya merugi, tempat korupsi dan pernah melakukan rekayasa keuangan. 

Kondisi ini membuat Presiden Prabowo geregetan. Dia pun meminta KPK dan Kejagung untuk memelototi direksi BUMN yang keuangan perusahaannya masih berdarah-darah.

“Saya perintahkan bersihkan itu BUMN, kadang-kadang nekat-nekat mereka itu diberi kepercayaan negara dia kira itu perusahaan nenek moyang perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri,” kata Presiden Prabowo di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman mendukung sikap tegas Presiden Prabowo. Sudah betul, KPK atau Kejagung bisa mencegah penyimpangan melalui perbaikan sistem, sekaligus penindakan hukum. “Direktorat Akuntabilitas Badan Usaha di KPK mendampingi BUMN agar tidak melakukan fraud,” kata Zaenur, dikutip Rabu (1/10/2025).

Zaenur menilai, kasus korupsi di BUMN sering berawal dari rekayasa laporan keuangan. Di mana, direksi kerap menyulap kerugian menjadi keuntungan semu, untuk mengejar bonus. Bentuk manipulasi lapkeu ini, memenuhi unsur tindak pidana korupsi sesuai Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor.

Selain itu, ia mengkritik praktik revaluasi aset yang kerap dipakai untuk mencatat laba semu. Dengan cara ini, BUMN terlihat seolah berkembang padahal kinerjanya stagnan.  “Komisaris aman karena bonusnya dihapus. Tinggal direksi harus diawasi. Nekat main, KPK turun tangan,” tegasnya.

Warning keras presiden ini, harusnya menjadi cambuk bagi direksi BUMN yang masih tekor, khususnya PT Waskita Karya (Persero/WSKT) yang didera utang Rp69 triliun hingga akhir 2024.

Agar terbebas dari belitan utang jumbo itu, BUMN karya yang kini dipimpin Muhammad Hanugroho itu, melego cucu usahanya yakni PT Waskita Sangir Energi (WSE). Di mana, WSE adalah anak usaha dari PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) yang merupakan anak usaha WSKT.  

Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (29/9/2025), WKI mengempit 111.824 lembar saham atau setara 94,7 persen saham WSE. Dan, PT Shalawat Power (SP) selaku pemilik 5,3 persen saham (6.264 lembar saham) WSE, bertindak sebagai pembeli prioritas.

Terkait transaksi ini, baik WKI maupun SP telah menandatangani Akta Pengambilalihan pada Jumat (26/9/2025). Disebutkan, WKI menjual, mengalihkan, dan menyerahkan/memindahkan hak atas saham yang akan dialihkan kepada SP.

Selain masalah utang. WSKT sempat dijadikan ladang korupsi oleh segelintir oknum pejabatnya. Sebut saja, eks Dirut WSKT Destiawan Soewardjono yang terseret penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020. Kerugian negara ditaksir Rp2,5 triliun.

Tak berhenti di situ, 3 petinggi WSKT berinisial T, IJH, dan SAP, masuk pusaran korupsi proyek pembangunan prasarana kereta api ringan (light rail transit/LRT) di Sumatra Selatan (Sumsel).

Masih ada lagi catatan hitamnya, Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko, pernah mengungkap rekayasa laporan keuangan (lapkeu) WSKT pada Juni 2023.

Aksi poles kinerja keuangan alias window dressing ini, terbilang nekat. Perusahaan yang faktanya buntung malah dilaporkan untung. Mudah-mudahan tak terulang.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today