Badan Pusat Statistik (BPS). (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sepanjang Agustus 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$5,49 miliar. Ini surplus ke 64 bulan bertutur-turut, angkanya lebih besar ketimbang Juni maupun Juli 2025.
Asal tahu saja, surplus neraca perdagangan pada Juni dan Juli 2025, masing-masing sebesar US$4,10 miliar dan US$4,17 miliar. Angkanya juga melonjak nyaris 10 persen jika dibandingkan surplus Agustus 2024 sebesar US$2,76 miliar.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah mengatakan, surplus neraca perdagangan RI pada Agustus 2025 meningkat sebesar US$1,32 juta dollar AS dibandingkan dengan surplus Juli 2025 yang tercatat sebesar US$4,17 miliar.
Adapun surplus neraca perdagangan Agustus 2025 dibentuk oleh nilai ekspor sebesar US$24,96 miliar dan nilai impor sebesar US$19,47 miliar. “Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 64 bulan beruntun sejak Mei 2020,” kata Habibullh, dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Jika dilihat secara tahunan, nilai surplus ini mengalami kenaikan sebesar US$2,73 miliar, ketimbang angka surplus Agustus 2024 sebesar US$2,76 miliar.
Surplus neraca dagang RI masih didorong oleh surplus komoditas non-minyak dan gas (migas) yang mencapai US$7,15 miliar.
“Komoditas yang memberikan sumbangsih surplus utama adalah bahan bakar mineral HS27, lemak dan minyak hewan nabati HS15, serta besi baja atau HS72,” jelasnya.
Di sisi lain, komoditas migas kembali mencatatkan defisit, dengan defisit migas pada Agutsus 2025 mencapai US$1,66 miliar.
Selama periode Januari-Agustus 2025, Indonesia mengalami surplus perdagangan barang terbesar dengan Amerika Serikat (AS) sebesar US$12,20 miliar, diikuti India sebesar US$9,43 miliar dan Filipina sebesar US$5,84 juta.
Namun, Indonesia juga mencatatkan defisit perdagangan barang dengan tiga negara, yaitu China sebesar US$13,09 miliar, Australia sebesar US$3,49 miliar dan Sigapura sebesar US$3,55 miliar.
Dengan perkembangan tersebut, selama Januari hingga Agustus 2025, nilai neraca perdagangan RI mengalami surplus sebesar US$29,14 miliar. Nilai ini lebih besar US$10,13 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang tercatat sebesar US$19,01 miliar.












