SPBU BP-AKR (Foto: bp.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menambah 40 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) untuk SPBU swasta, lewat PT Pertamina (Persero).
Penambahan BBM base fuel tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan SPBU swasta yang sempat mengalami kesulitan BBM impor.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, penambahan tersebut merupakan kesepakatan antara Kementerian ESDM, Pertamina, dan badan usaha swasta yang menggelar pertemuan maraton pada Agustus hingga September 2025.
“Pada hari ini, sudah ada satu BU swasta yang komit untuk mengambil sebanyak 40.000 barel dari kargo yang isinya 100.000 barel, milik Pertamina Patra Niaga. Dan, kargo kedua itu, Insha Allah sudah tiba di pelabuhan, besok,” kata Laode saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya agar BU swasta penyalur BBM segera menyerap base fuel dari Pertamina.
Laode mengatakan, hal tersebut dilakukan agar pasokan BBM nasional tetap aman hingga akhir tahun.
“Jadi memang proses ini masih terus berjalan dan perusahaan lainnya masih kita fasilitasi terus untuk bisa melakukan negosiasi agar kebutuhan sampai dengan Desember ini bisa dinikmati kami juga sudah mulai melakukan persiapan untuk membahas juga untuk tahun 2026,” jelas dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memastikan stok BBM di Indonesia aman untuk 18 hingga 21 hari ke depan.
Dia mengungkap, sudah ada kesepakatan kolaborasi antara SPBU swasta dengan Pertamina, untuk melakukan impor BBM berbentuk base fuel atau bahan bakar dengan kadar oktan murni tanpa campuran aditif.
“Mereka setuju untuk kolaborasi dengan Pertamina, syaratnya adalah harus berbasis base fuel, artinya belum bercampur-campur. Jadi produknya saja nanti dicampur di masing-masing, tangki di SPBU masing-masing. Ini juga sudah disetujui, ini solusi,” ujar Menteri Bahlil di Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Terkait dengan kualitas BBM, telah disetujui pula untuk melakukan survei bersama (joint survey) sebelum pengiriman BBM. Menyangkut dengan harga beli BBM, pemerintah meminta supaya dilakukan secara transparan dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Menteri Bahlil juga mendorong agar dalam tujuh hari ke depan, BBM yang diimpor sudah sampai ke Indonesia. Agar segera diedarkan ke masyarakat.
“Dan kalau ditanya mulai kapan ini berjalan, mulai hari ini sudah dibicarakan. Habis ini dilanjutkan dengan rapat teknis stoknya. Dan kemudian Insha Allah paling lambat 7 hari barang sudah bisa masuk di Indonesia,” jelasnya.













