Profil Arsjad Rasjid (Foto: Instagram / arsjadrasjid)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tak lagi menjabat Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, nama Arsjad Rasjid seakan tenggelam. Tiba-tiba muncul lagi dengan ‘mainan’ baru.
Dia mendirikan Sriwijaya Capital, sebuah perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di kawasan Asia Tenggara. Dana kelolaannya diperkirakan mencapai US$300 juta, atau setara Rp4,95 triliun (kurs Rp16.500/US$).
Rencananya, Sriwijaya Capital ini, bakal menggandeng Danantara untuk membuka peluang investasi baru masuk Indonesia, dan anggota ASEAN lainnya.
Saat ini, lanjutnya, Sriwijaya Capital telah menjalin kerja sama dengan BluFive Capital yang berbasis di Abu Dhabi. “Alhamdulillah, Sriwijaya Capital resmi diluncurkan,” ungkap Arsjad dikutip dari akun Instaram resminya @arsjadrasjid, Sabtu (4/10/2025).
Ke depan, Arsjad menilai, tren bisnis sektor kesehatan, transisi energi, barang dan jasa konsumen, serta jasa bisnis dan industri, bakal melesat. “Dan Indonesia merupakan pasar jangkar dan batu loncatan dana untuk ekspansi di regional,” ungkap .
Platform ini, lanjutnya, diposisikan untuk mengejar peluang strategis di seluruh sektor dengan modal langsung, setelah penutupan perdana dana investasinya. “Kami membangun Sriwijaya Capital dengan visi jangka panjang untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang dapat tumbuh menjadi juara regional,” ujar Arsjad.
Inisiatif ini, menurut Arsjad, merupakan bagian dari komitmen anak bangsa dan mencerminkan semangat Indonesia Incorporated. “Sektor swasta, termasuk investor harus bekerja sama dengan pemerintah sebagai mesin ganda kemajuan ekonomi nasional,’ ungkap Arsjad.
Sedangkan Hartanto Tjitra, selaku CEO Sriwijaya Capital menuturkan, mandat perusahaan adalah bermitra dengan para wirausahawan, menyediakan keahlian, sumber daya dan jaringan untuk membantu berbagai perusahaan berkembang.
“Kami mengambil pendekatan investasi berbasis nilai, bekerja sama erat dengan pemilik dan manajemen untuk mempertajam eksekusi dan membangun ketahanan bagi pertumbuhan regional,” pungkasnya.














