All American Final Pegula Vs Gauff di Final Wuhan 2025

All American Final Pegula Vs Gauff di Final Wuhan 2025

Ivan Medium.jpeg

Minggu, 12 Oktober 2025 – 15:52 WIB

Coco Gauff vs Jessica Pegula di Final Wuhan Open 2025 (Foto:X/WTA)

Coco Gauff vs Jessica Pegula di Final Wuhan Open 2025 (Foto:X/WTA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Final Wuhan Open 2025 akan menampilkan juara baru setelah sang juara bertahan, Aryna Sabalenka, tersingkir dramatis di semifinal WTA 1000 itu.

Babak akhir Wuhan Open akan mempertemukan All American Final antara Jessica Pegula melawan Coco Gauff.

Jessica Pegula menorehkan comeback luar biasa setelah tertinggal 2-5 dari petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di set ketiga. Petenis berusia 31 tahun itu berjuang hingga akhir dan menang dramatis 2-6, 6-4, 7-6 (2), mengakhiri rentetan 20 kemenangan Aryna Sabalenka di Wuhan.

Sementara Coco Gauff tampil tangguh dan perkasa atas rekan senegaranya yang mengalahkan Jasmine Paolini 6-4, 6-3 di semifinal.

Pegula unggul head-to-head 4-2 atas Gauff, dan ia menyadari kekuatan Pegula di atas permukaan keras.“Jess sangat berbahaya, terutama di lapangan keras. Ini akan menjadi final yang sulit dan menarik,” kata Coco Gauff.

“Akan luar biasa bertanding melawan Coco di final. Kami saling mengenal dengan sangat baik. Tidak ada rahasia – kami tahu rencana permainan masing-masing,” timpal Pegula.

Coco Gauff, petenis berusia 21 tahun, tampil luar biasa sepanjang Wuhan Open 2025. Ia mencatat 21 kemenangan babak utama di Tiongkok dalam tiga tahun terakhir — terbanyak di antara semua petenis putri.

Permainan pengembalian menjadi senjata utama Gauff. Dalam empat laga di Wuhan, ia memenangkan 111 dari 190 poin pengembalian (58,4 persen) dan mengonversi 22 dari 34 break point (64,7 persen).

Gauff juga mencatat 13 kemenangan melawan pemain Top 10 di ajang WTA 1000, terbanyak sebelum usia 22 tahun dalam sejarah WTA modern.

Sementara itu, Jessica Pegula menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan menaklukkan Aryna Sabalenka — kemenangan yang ia sebut sebagai salah satu paling berharga dalam kariernya.

Pegula membalikkan rekor buruknya melawan pemain Top 10. Sebelumnya, ia 0-29 dalam laga di mana ia kalah di set pertama. Namun kali ini, ia justru bangkit dan menang di momen paling krusial.

“Saya tidak percaya bisa bangkit dan memenangkannya. Saya gugup saat servis, kehilangan ritme, tapi saya fokus lagi di tiebreak dan tetap percaya,” ujar Pegula.

Kemenangan itu juga menjadi kemenangan ke-50 Pegula musim ini, menjadikannya wanita tertua sejak Serena Williams (2015) yang mampu mencapai rekor tersebut dalam satu tahun kalender.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today