Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9/2025).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk menambah penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari APBN ke bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
“Terbuka (dengan penambahan dana). Karena laju pertumbuhan uang (beredar) atau M0-nya baru 13 persen. Saya pikir seharusnya idealnya 20 persen lebih sedikit,” kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Menurut Purbaya, sejauh ini sudah ada dua bank yang mengajukan tambahan penempatan dana pemerintah, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Namun, belum ada keputusan resmi terkait jumlah tambahan dana yang akan diberikan.
“Kalau nambah pun kami nggak akan kasih tahu lagi sekarang. Karena operasi uang biasa lagi, karena nanti banyak orang protes,” tambahnya.
Ia menjelaskan, masih terdapat anggaran SAL sekitar Rp250 triliun yang dapat dipindahkan ke bank-bank Himbara. Dana tersebut akan digunakan untuk menggerakkan perekonomian secara optimal, tanpa mengubah struktur anggaran APBN maupun melakukan ekspansi fiskal.
Purbaya menegaskan bahwa optimalisasi SAL ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak hanya dari sisi pemerintah, tetapi juga sektor swasta.
“Karena belanja pemerintah di produk domestik bruto (PDB) itu cuma 10 persen, kira-kira. Berarti sisanya yang swasta kan 90 persen. Yang akan kami galakkan itu termasuk menjaga daya beli masyarakat dan memperbaiki iklim investasi,” tutur Purbaya.














