Investasi PMDN di Triwulan III Terbesar dalam 18 Tahun, Kado Indah untuk HUT ke-74 Presiden Prabowo

Investasi PMDN di Triwulan III Terbesar dalam 18 Tahun, Kado Indah untuk HUT ke-74 Presiden Prabowo

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 19 Oktober 2025 – 11:36 WIB

Pembangunan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/10/2025). (Foto: ANTARA/Teguh Prihatna/bar).

Pembangunan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/10/2025). (Foto: ANTARA/Teguh Prihatna/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mungkin tak banyak yang tahu, nilai investasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) di triwulan III-2025 mencapai Rp491,4 triliun. Terbesar dalam 18 tahun terakhir. Menjadi kado terindah untuk ulang tahun ke-74 Presiden Prabowo Subianto.

Adalah lembaga independen yang fokus kepada riset dan publikasi sektor ekonomi, sosial dan kebijakan publik bernama NEXT Indonesia Center yang mencatat realisasi investasi dari PMDN di triwulan III-2025, menembus rekor tertinggi dalam 18 tahun terakhir.

Mengacu kepada data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi triwulan III-2025 mencapai Rp491,4 triliun. Atau tumbuh 13,9 persen secara tahunan, atau year on year (yoy). Kontribusi PMDN terhadap total investasi, mencapai 56,86 persen. Capaian tertinggi sejak 2007.

“Peran investor dalam negeri itu merupakan pencapaian tertinggi dalam 18 tahun terakhir,” ungkap Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko di Jakarta, Minggu (19/10/2025).

Dari hasil risetnya, dia mengungkapkan, dalam dua dekade terakhir (2006-2025), kontribusi terbesar PMDN terjadi hanya tiga kali. Pada kuartal IV-2005, PMDN mencapai 59,04 persen dan kuartal II-2007 mencapai 58,88 persen. Setelah itu, kuartal III-2025 mencapai 56,86 persen. Ini menjadi catatan sejarah baru hampir dua dekade terakhir.

Perubahan tren investasi ini, kata Christiantoko, sangat menarik untuk diulas. Menunjukkan, para investor dalam negeri semakin bergairah untuk menanamkan modalnya, sekaligus menggambarkan terciptanya rasa aman dan nyaman dalam investasi.

Menurut dia, dengan mayoritas investasi berasal dari PMDN, maka perputaran modalnya akan ada di dalam negeri. “Modalnya ditanam di sini, kemudian belanjanya pun cenderung dilakukan juga di dalam negeri. Sehingga, yang terbang ke luar negeri semakin minim,” ujarnya.

Ia menambahkan catatan lain yang menarik dari realisasi investasi kali ini adalah sebagian besar modal ditanamkan di luar Jawa. Menurut data BKPM, porsinya mencapai 54,09 persen atau senilai Rp256,8 triliun dari total realisasi investasi.

Ia mengingatkan pemerintah agar terus menjaga iklim investasi dengan baik, karena penanaman modal merupakan salah satu komponen penting dalam perekonomian nasional, yang ditunjukkan melalui produk domestik bruto (PDB). Saat ini, kontribusinya sekitar 29 persen, terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga.

“Kalau investasi bisa didorong hingga rata-rata di atas 30 persen per tahun, peluang ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen akan sangat besar,” ungkapnya.

Ia membandingkan dengan India dan China. India mencatat rata-rata kontribusi investasi terhadap PDB sebesar 31,3 persen dengan pertumbuhan ekonomi 6,4 persen per tahun, sementara China mencapai 41,9 persen dan tumbuh 8,2 persen per tahun.

Untuk menjaga tren positif ini, pemerintah diimbau memastikan stabilitas politik dan sosial, serta menghindari regulasi kontra-produktif yang dapat menghambat investasi. Kemudahan perizinan dan ketersediaan energi menjadi indikator penting dalam memperbaiki Ease of Doing Business (EoDB).

Di mana, EoDB yang disusun Bank Dunia, merupakan indeks yang mengukur tingkat kemudahan berusaha di suatu negara. Mengacu kepada berbagai indikator regulasi dan efisiensi birokrasi yang mempengaruhi kegiatan bisnis.

Christiantoko mengatakan kemudahan perizinan dan minimnya hambatan investasi di daerah juga harus terus dijaga secara konsisten. “Semakin besar hambatan atau semakin berbelit perizinan, maka biaya regulasi akan mahal dan berpengaruh pada efisiensi investasi,” ujarnya.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today