Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Target penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke 82,9 juta penerima manfaat dipastikan tetap akan tercapai, meski tertunda dari waktu yang telah ditentukan semula. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap, penyelesaian target ini bisa bergeser sedikit hingga Februari 2026.
“Kita usahakan, ya selambat-lambatnya Februari lah. Tapi kita yakin masih bisa kejar, tergantung intensitas gangguan yang terjadi,” kata Dadan kepada wartawan usai sidang kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dadan bilang, terdapat sejumlah gangguan teknis yang menjadi penghambat utama dalam proses verifikasi dan distribusi program.
“Sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kita sudah mulai diganggu. Ketika sistem kita diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu,” jelasnya tanpa merinci lebih jauh bentuk gangguan yang dimaksud.
Meski menghadapi kendala, Dadan memastikan timnya terus bekerja keras mengatasi semua gangguan tersebut. Ia tetap optimistis target program MBG akan tercapai sesuai jadwal yang telah disesuaikan.
“Kadang-kadang ada gangguan seperti itu yang memang sedang kita atasi terus. Tapi alhamdulillah sejauh ini bisa kita atasi, on track,” ujar Dadan dengan penuh keyakinan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan program MBG secara nasional. Ia menargetkan 82,9 juta anak dapat menerima manfaat ini pada akhir tahun 2025.
Pidato Presiden dalam perayaan Harlah PKB di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025) mendesak percepatan distribusi. Prabowo bercerita tentang pengalaman emosionalnya berinteraksi dengan masyarakat yang belum kebagian program.
“Saya lihat, sudah sekolahmu? Belum, Pak. Tersentak hati saya. Kemarin saya dapat laporan baru 6,7 juta penerima manfaat. 6,7 juta makan bergizi. Saya bilang sabarm” kata Prabowo kala itu.
Presiden lalu memerintahkan percepatan pencapaian target, dengan harapan 20 juta penerima bisa tercapai sebelum akhir Agustus. “Dan sesudah itu akan naik terus. Dan kita berdoa, kita berharap bulan Desember tahun ini akan mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” ucapnya.














