Samsung Galaxy Z Flip7. (Foto: inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di tengah euforia pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang kian meluas, Samsung Electronics Indonesia mengingatkan pengguna agar tidak terjebak dalam ketergantungan berlebihan terhadap teknologi. Pesan ini disampaikan Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam acara Galaxy Z Fold7 | Z Flip7: New Gen Productivity Media Session di Greyhound Gunawarman, Jakarta, Selasa (21/10).
Ilham menegaskan bahwa AI seharusnya berperan sebagai asisten produktivitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir dan berkreasi manusia. Ia menyebut, justru di sinilah kunci agar kemajuan teknologi benar-benar meningkatkan efisiensi, bukan menghasilkan apa yang disebut sebagai “work-slop” — hasil kerja otomatis yang perlu diperbaiki ulang oleh manusia.
“Kecuali kalau produktivitas kita kebalik. Kita itu masternya, AI itu asistennya. Jangan sampai kebalik. Kalau kebalik, malah hasilnya bisa menurun,” ujar Ilham menjawab pertanyaan inilah.com.
Menurutnya, prinsip penggunaan “AI responsibly” menjadi nilai penting yang dipegang Samsung dalam mengembangkan fitur cerdas di Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7. Perusahaan asal Korea Selatan itu menilai, teknologi AI harus selalu diarahkan dengan bijak, karena potensi penyalahgunaannya bisa menimbulkan dampak sosial yang luas.
“AI punya kemampuan luar biasa, tapi tanggung jawab tetap di tangan pengguna. Fitur bisa digunakan untuk produktivitas, tapi juga bisa disalahgunakan. Karena itu, kami selalu menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab,” kata Ilham.
Ia mencontohkan berbagai kasus penyalahgunaan AI generatif di luar negeri, seperti manipulasi wajah dan deepfake prank, yang semula dianggap hiburan namun berujung pada keresahan publik. Bagi Samsung, ujar Ilham, pendekatan etis menjadi hal yang tak bisa dipisahkan dari inovasi teknologi.
“AI responsibly itu bukan cuma jargon. Kami ingin ekosistem teknologi tetap sehat, di mana manusia tetap menjadi pengendali utama, bukan justru diperbudak oleh teknologi,” tegasnya.
Dalam konteks produktivitas, Ilham menjelaskan bahwa Galaxy AI di seri Galaxy Z terbaru dirancang untuk mempercepat pekerjaan pengguna tanpa menghilangkan kendali kreatif manusia.
Fitur seperti Note Assist, Browsing Assist, hingga integrasi Google Gemini dikembangkan untuk membantu pengguna merangkum informasi, menulis catatan, atau membuat ide baru secara efisien — dengan tetap memberi ruang bagi sentuhan personal pengguna.
“AI di Galaxy Z bukan sekadar fitur tambahan, tapi partner kerja yang membuat pengguna lebih fokus pada ide besar. Bukan menggantikan kreativitas, tapi memperkuatnya,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, Samsung berupaya menegaskan posisi AI sebagai teknologi yang memberdayakan, bukan mendikte. Inilah yang menjadi fondasi dari kampanye New Gen Productivity — visi Samsung untuk menciptakan pengalaman kerja, belajar, dan berkarya yang lebih efisien, etis, dan berorientasi pada manusia.
Dengan prinsip AI responsibly, Samsung Indonesia berharap masyarakat bisa menikmati manfaat penuh dari kecerdasan buatan tanpa kehilangan kendali atas kreativitas dan produktivitas mereka sendiri.














