Urusan KAI Bukan Hanya Kereta Cepat Saja, Menko AHY: Keuangan Perusahaan Harus Sehat

Urusan KAI Bukan Hanya Kereta Cepat Saja, Menko AHY: Keuangan Perusahaan Harus Sehat

Clara Medium.jpeg

Selasa, 21 Oktober 2025 – 22:40 WIB

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) i Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) i Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) untuk menjaga keuangannya tetap sehat.

Hal penting dingatkan Menko AHY, karena KAI tak hanya mengurus kereta api cepat namun juga bisnis kereta api lainnya di seluruh Indonesia.

“Intinya KAI juga harus sehat, karena tidak hanya mengurusi kereta cepat. KAI bertanggung jawab atas seluruh sektor perkeretaapian di Indonesia. Ribuan kilometer panjangnya, harus dijaga. Rel kereta api bisa berfungsi dengan baik dan passengers tetap nyaman menggunakan kereta api,” ujar Menko AHY di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Tak hanya fokus mengembangkan kereta cepat saja, Menko AHY meminta KAI untuk meningkatkan konektivitas rel di seluruh Indonesia. Hal itu akan berdampak kepada pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

“Kalau ada demand, pasti ada supply. Dan ini akan menggerakkan kembali ekonomi. Nah, lalu kawasan juga terus dikembangkan, ya, dikembangkan dan harus juga saling menguntungkan. Jangan sampai pemerintah hanya membangun jalurnya, rel kereta apinya, tapi kemudian tidak mendapatkan benefit yang lebih luas,” jelas dia.

Dia menyebut, kawasan transit juga menjadi nilai tambah untuk mendukung stabilitas ekonomi. Pemerintah juga akan bersinergi dengan pemerintah daerah agar jalur yang dilewati dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi.

“Itu harus menjadi nilai tambah yang juga bisa mendukung stabilitas pembiayaan. Dengan pengembangan konsep TOD, dengan pengembangan kawasan, kita ada bisa menangkap yang namanya potensi dari land value capture. Ya, nilai tambah dari tanah atau lahan yang ada di sekitar transit hub dan juga lokasi-lokasi yang memang didesain sejak awal untuk dikembangkan di sepanjang jalur-jalur kereta tadi,” tegas dia.

Sayangnya, harapan mulia dari Menko AHY terkait sehatnya keuangan KAI, jauh panggang dari api. Gara-gara menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China, lewat konsorsium Pilar Sinergi BUMN Indonesia disingkat PSBI, keuangan KAI berdarah-darah.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, yakni PSBI mencatat tekor hingga Rp4,195 triliun sepanjang 2024.

Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN itu, harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp11,493 miliar. Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI membukukan kerugian sebesar Rp1,625 triliun.

Sebagai pemimpin konsorsium, KAI memegang porsi saham terbesar di PSBI, yakni 58,53 persen, sesuai penugasan yang diberikan masa pemerintahan Jokowi.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today