Momen Keakraban Ahmad Luthfi saat Makan Bareng Penyandang Difabel di Warung Soto

Momen Keakraban Ahmad Luthfi saat Makan Bareng Penyandang Difabel di Warung Soto

Ajat Medium.jpeg

Selasa, 28 Oktober 2025 – 18:54 WIB

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi saat bercengkrama dengan salah satu anak laki-laki penyandang difabel di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025).(Foto: pemprov jateng)

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi saat bercengkrama dengan salah satu anak laki-laki penyandang difabel di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025).(Foto: pemprov jateng)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Suasana kehangatan nampak di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025). Saat langit Kota Semarang masih nampak kelabu akibat hujan rintik-rintik, namun wajah bahagia justru nampak dari anak-anak penyandang difabel.

Mereka sangat antusias saat bertemu dan makan bersama dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi di Warung Soto Pak Wiro.

Ahmad Luthfi tampak tak canggung sama sekali saat bertemu, berdialog, dan menyaksikan anak-anak difabel unjuk kebolehan.

post-cover
Seorang anak perempuan penyandang difabel nampak bahagian dan langsung berpose ‘dua jari saat disuapin soto oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi  di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025). (Foto:Dok-Pemprov Jateng)

Ya. Itulah cara sederhana orang nomor satu di Jawa Tengah itu untuk berbagi kebahagiaan dengan kelompok difabel.

“Saya adalah bapaknya difabel Jawa Tengah. Setiap (kunjungan) di wilayah pasti saya temui. Saya juga punya anak difabel, dari kecil dekat dengan saya, dan saya tidak pernah malu dan canggung,” kata  Luthfi saat berdialog dengan kelompok difabel.

Usia acara, Luthfi kembali menegaskan bahwa kelompok difabel tidak hanya sebagai objek semata, tetapi memiliki hak yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya.

Kesetaraan hak untuk kelompok difabel itulah yang terus digaungkan di Provinsi Jawa Tengah. Tentunya dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi melalui dinas sosial, kementerian terkait, serta seluruh kelompok masyarakat.

“Mereka mempunyai suatu kebahagiaan di tengah kekurangan yang dimiliki. Ini yang menjadi concern kita, sehingga pemerintah dan negara hadir,” kata dia.

post-cover
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melangkul seorang anak laki-laki penyandang difabel saat mengobrol santai sebelum makan di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025).(Foto: pemprov jateng)

Sebagai informasi, jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah sebanyak 117.404 orang atau 0,003 persen dari total penduduk.

Luthfi mengaku, Pemprov Jateng memiliki perhatian khusus terhadap kelompok disabilitas/difabel untuk mewujudkan Jateng inklusi.

Perhatian itu diwujudkan dalam langkah nyata seperti membantu pemenuhan kebutuhan dasar, mengupayakan pendidikan, mendorong terbukanya lapangan pekerjaan, penyediaan aksesibilitas dan berbagai kebutuhan penyandang disabilitas.

“Kita punya program kecamatan berdaya, di dalamnya mewadahi potensi wilayah di antaranya kelompok difabel, kelompok perempuan dan lansia, kelompok pemuda, dan lainnya. Kecamatan berdaya ini salah satu upaya kreatif yang kita munculkan agar kelompok difabel terlindungi di sana, termasuk bantuan hukum bagi mereka,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus mengupayakan agar perusahaan, baik BUMD, BUMN maupun swasta, untuk dapat menyerap tenaga kerja dari kelompok disabilitas.

post-cover
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sedang berfoto bersama dengan beberapa penyandang difabel yang hadir dalam acara makan bersama di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025).(Foto: pemprov jateng)

“Kesempatan kerja untuk difabel itu 2 persen di BUMD atau BUMN, kemudian 1 persen di perusahaan lain, ini sudah jalan di Jawa Tengah dan terus kita dorong,” kata Ahmad Luthfi.

Adapun terkait makan soto bareng Gubernur Ahmad Luthfi dan Kelompok Difabel itu digagas oleh pemilik warung Soto Pak Wito. Acara itu digelar sebagai bagian dari tasyakuran satu tahun cabang Soto Pak Wito Kariadi Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, Pak Wito juga secara terbuka mendeklarasikan akan menjadi sahabat difabel.

“Mulai hari ini saya akan menjadi sahabat difabel. Hari ini, besok, dna seterusnya saya akan dukung kelompok difabel,” ujarnya.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today