16th SATU Indonesia Awards 2025 jadi ajang PT Astra International Tbk memberikan apresiasi kepada generasi muda. (Foto: Dok Astra).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Astra International Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan generasi muda melalui 16th SATU Indonesia Awards 2025. Ajang apresiasi tahunan ini diberikan kepada anak-anak muda yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dalam lima bidang, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.
Mengusung tema “Satukan Gerak, Terus Berdampak”, Astra mengajak generasi muda untuk saling menginspirasi dan berkolaborasi dalam menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masa depan Indonesia. Hingga tahun ini, antusiasme peserta terus meningkat dengan 17.708 pendaftar, naik 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penerima penghargaan tingkat nasional akan memperoleh dana pembinaan sebesar Rp65 juta serta pendampingan kegiatan. Mereka juga akan berkesempatan berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra di 35 provinsi di seluruh Indonesia. Sejak pertama kali digelar, program ini telah mengapresiasi 726 anak muda di tingkat nasional dan provinsi, sejalan dengan komitmen Astra untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan cita-cita sejahtera bersama bangsa.
Menjelang puncak acara, Astra menggelar rangkaian kegiatan di Menara Astra, Jakarta, mulai dari Galeri SATU Indonesia pada 3–6 November 2025, hingga acara Awarding pada 5 November pukul 09.00–11.00 WIB dan Astratalks pada pukul 13.30–16.30 WIB di Catur Dharma Hall.
Selama 16 tahun perjalanan, Astra melalui SATU Indonesia Awards telah menemukan banyak sosok muda inspiratif dari berbagai penjuru negeri. Salah satunya Mariana Yunita Hendriyani Opat, penerima penghargaan bidang Kesehatan tahun 2020, yang menggagas Tenggara Youth Community di Nusa Tenggara Timur. Ia telah memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada lebih dari 7.000 anak dan remaja, bekerja sama dengan lebih dari 30 komunitas, dan menjadi representasi anak muda Indonesia Timur di berbagai forum global.
Dari Papua Barat, Bhrisco Jordy Dudi Padatu, penerima bidang Pendidikan tahun 2022, mendirikan Papua Future Project yang menjembatani ketimpangan pendidikan antara kota dan pelosok. Program ini telah hadir di 20 desa di delapan kabupaten, melibatkan 500 relawan, dan menjangkau 1.000 anak peserta pembelajaran.
Sementara dari Kalimantan Selatan, Mohammad Hanif Wicaksono, penerima bidang Lingkungan tahun 2018, menggagas Tunas Meratus untuk melestarikan buah-buahan langka Kalimantan. Ia telah mengumpulkan dan membudidayakan lebih dari 300 jenis buah langka, serta membangun arboretum seluas tiga hektare di Desa Ambutun, Hulu Sungai Selatan, yang kini menjadi pusat konservasi keanekaragaman hayati Kalimantan.
Dari Banyumas, Jawa Tengah, Akhmad Sobirin, penerima bidang Kewirausahaan tahun 2016, menjadi penggerak Desa Sejahtera Astra Semedo. Melalui edukasi dan pemberdayaan lokal, ia telah membina lebih dari 3.000 petani dan 18 kelompok tani binaan, dengan omzet miliaran rupiah per tahun, termasuk ekspor 100 ton gula semut per bulan.
Adapun Reza Permadi, penerima bidang Teknologi tahun 2023, menggagas Atourin Visitor Management System (AVMS), sistem digital untuk pengelolaan desa wisata. Hingga September 2025, AVMS telah digunakan di 350 desa wisata, mendigitalisasi 900 produk lokal, dan melatih 1.000 pengelola desa wisata, mendorong pariwisata berkelanjutan dan peningkatan ekonomi lokal.
Proses pemilihan penerima apresiasi dilakukan oleh dewan juri lintas profesi yang berpengalaman di bidangnya, antara lain Prof. Nila Moeloek (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), Prof. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta), Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Onno W. Purbo, Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi), Arif Zulkifli (Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk), Dian Sastrowardoyo (Pegiat Seni dan Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo), Billy Boen (Founder Young On Top), Raline Shah (Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital RI), Diah Suran Febrianti (Head of Environment & Social Responsibility Astra), serta Windy Riswantyo (Head of Corporate Communications Astra).
Selain memberikan apresiasi, Astra juga terus memperluas dampak sosial melalui lebih dari 100 aksi kolaboratif di 18 wilayah di lima pulau besar Indonesia sepanjang 2025. Melalui Astra untuk Indonesia Sehat, Astra melakukan skrining kesehatan fisik dan mental bagi 362 remaja bersama komunitas Aksi Solidaritas Remaja Kesehatan Astra (AORTA).
Dalam Astra untuk Indonesia Hijau, Astra mengedukasi 18.414 siswa SMP, SMA, dan SMK mengenai pengelolaan sampah makanan dan mengolah lebih dari 1.000 kilogram sampah makanan menjadi pakan ternak, kompos, dan pupuk cair organik di 25 sekolah adiwiyata binaan.
Program Astra untuk Indonesia Cerdas memberikan edukasi kepada 1.297 anak usia dini di 80 lembaga PAUD binaan tentang pentingnya menjaga tubuh dan melindungi diri melalui alat peraga, permainan, lagu, dan cerita bergambar yang ramah anak.
Sementara itu, Astra untuk Indonesia Kreatif melibatkan tiga penerima SATU Indonesia Awards dan tiga Desa Sejahtera Astra di Jawa Tengah serta Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi ini berhasil membuka puluhan lapangan kerja baru di sektor kreatif dan meningkatkan pendapatan petani serta pengrajin hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Secara keseluruhan, Astra telah melaksanakan lebih dari 150 program aksi kolaboratif yang menjangkau 135 desa di 21 provinsi di seluruh Indonesia. Melalui SATU Indonesia Awards dan berbagai inisiatif sosial lainnya, Astra terus menyatukan gerak, memperluas manfaat, dan menebarkan semangat keberlanjutan demi Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan.














