Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2025). (Foto: Inilah.com/Vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto telah merestui penambahan kuota LPG 3 Kg di kisaran 8,4 juta ton-8,5 juta ton hingga akhir tahun.
Hal ini diungkap Bahlil usai menghadap Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/11/2025) malam. “Salah satu yang disepakati adalah kenaikan volume LPG bersubsidi, dari sekitar 8,2 juta, menjadi 8,4 juta atau 8,5 juta (ton). Semuanya sudah diputuskan,” kata Bahlil, dikutip Kamis (27/11/2025).
Sebelumnya, Menteri Bahlil menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas anggaran subsidi LPG dan penambahan kuota LPG men jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria, Direktur Utama Pertamina Simon Susilo, serta jajaran Direktur Jenderal dari Kementerian Keuangan.
“Oh ya, kemarin kami melakukan rapat dengan Menteri Keuangan, Pak Purbaya dan Kepala BUMN, Pak Doni Oskaria untuk membahas tentang subsidi LPG menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Karena harus kita memastikan semuanya harus clear. Termasuk stok BBM,” jelasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan perkembangan dan prognosa kebutuhan, pemerintah sebelumnya telah memproyeksikan adanya penambahan kuota sekitar 370.000 ton.
Atas penambahan ini, total kebutuhan (prognosa konsumsi) untuk tahun ini, diperkirakan mencapai 8,5 juta metrik ton. Atau meningkat dari kuota yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 sebesar 8,17 juta ton.
Adapun alokasi subsidi LPG dalam APBN 2025 adalah Rp87,6 triliun, lebih tinggi dari pagu tahun sebelumnya yang mencapai Rp85,6 triliun.














