Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali mempertahankan BI-Rate tetap di level 6,25 persen. (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia nangkring di level 6,9-7,7 persen pada 2031. Itu skenario super optimistis. Sedangkan skenario dasar di kisaran 5,6–6,4 persen, skenario optimistis di rentang 6,1–6,9 persen.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman menilai proyeksi BI yang super optimistis di kisaran 6,9–7,7 persen, cukup masu akal. “Mencerminkan pendekatan konservatif terhadap tantangan struktural yang masih kuat,” kata Rizal, Jakarta, dkutip Minggu (30/11/2025).
Dengan produktivitas yang belum membaik, kata dia, investasi cenderung berhati-hati, serta transformasi industri yang belum sepenuhnya naik kelas. Menclok di kisaran 6,7 persen yang dinilai sebagai baseline yang masuk akal.
“Sementara potensi menuju angka di atas 7 persen, bisa tercapai jika ada terobosan kebijakan yang mempercepat pergeseran struktur ekonomi,” ungkapnya.
Rizal melihat, masih ada sejumlah hambatan utama untuk mencapai proyeksi super optimistis itu. Yakni terkait masih rendahnya produktivitas, lambatnya peningkatan kualitas industri, tingginya biaya logistik dan ketidakpastian regulasi, serta ruang fiskal yang semakin terbatas.
“Tanpa perbaikan di empat area tersebut, kapasitas pertumbuhan Indonesia akan tetap terkunci di level menengah,” tutur Rizal.
Dalam Buku Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2031 di kisaran 6,9-7,7 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Dalam hal ini, BI menyusun tiga skenario proyeksi ekonomi untuk 2031 yaitu pada skenario baseline, pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,6 persen hingga 6,4 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 6,1 persen hingga 6,9 persen pada skenario optimistis, dan berada pada kisaran 6,9 persen hingga 7,7 persen dalam skenario super optimistis.
D mana, stabilitas harga diperkirakan tetap terjaga dengan inflasi berada pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen, serta transaksi berjalan tetap rendah pada kisaran defisit 0,4 persen hingga surplus 0,4 persen terhadap PDB pada 2031.
BI menilai stabilitas internal dan eksternal ini dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas sisi penawaran yang mampu mengimbangi kenaikan permintaan, berkat bauran kebijakan transformasi ekonomi nasional yang sedang berjalan.
Dari sisi pembiayaan, kredit perbankan diperkirakan tumbuh optimal di kisaran 12 persen–16 persen per tahun. Sementara itu, defisit fiskal diyakini tetap berada di bawah 3 persen dari PDB, sejalan dengan kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia.














