Skuad Indonesia merayakan gol Asnawi Mangkualam ke gawang Vietnam di matchday 2 Grup D Piala Asia 2023 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Jumat (19/01/2024) malam WIB. (Foto:AP Photo/Hussein Sayed).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Baru-baru ini, bintang klub Thailand dan Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam membuat pernyataan menohok soal polemik penunjukkan kapten skuad Garuda di masa kepelatihan Shin Tae-yong.
Pernyataan tegas itu ia sampaikan melalui unggahan Instagram Stories, sebagai respons atas komentar Exco PSSI Arya Sinulingga dalam siniar Bebas di kanal YouTube Bebas Podcast.
Mulanya, Arya dalam siniarnya menyebutkan kalau polemik ruang ganti Timnas Indonesia memuncak saat laga melawan China di matchday ke-4 kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde tiga.
Salah satu isu yang mencuat adalah pencopotan ban kapten dari Jay Idzes, yang kemudian disematkan di lengan Asnawi Mangkualam.
“Kalau enggak ada masalah ruang ganti, pasti Timnas enggak begitu komposisinya lawan-lawan China. Bener ya? Enggak mungkin Jay Idzes diganti dari kapten,” kata Arya di hadapan bintang tamunya yakni pengamat sepak bola, Haris Pardede alias Harpa.
Arya bersikukuh, kapten Timnas Indonesia saat itu sejatinya adalah Jay, bukan Asnawi. Sehingga ia menilai keputusan itu terasa janggal.”Enggak udah diganti. Makanya Jay Idzesnya-nya yang kapten kan. Itu perubahan. Thom Haye enggak main. Banyak tahu dia,” katanya.
Menanggapi hal itu, Asnawi membantah keras. Ia menilai informasi yang disampaikan Arya tidak tepat, terlebih karena sosok Exco itu tidak berada di lokasi saat pertandingan.
“I just wanna klarifikasi about kapten sudah terlalu lama masalah ini di diamkan, dan menjadi bola liar di publik, sedikit penjelasan masalah kapten,” kata Asnawi memulai dalam perbuatannya.
Asnawi menjelaskan jauh sebelum laga melawan China, ia sebenarnya sudah berniat menyerahkan ban kapten kepada pemain lain.
Ia bahkan pernah menyampaikan keinginan itu kepada asisten pelatih Nova Arianto agar ban kapten diberikan kepada Jordi Amat. Namun Nova berkata, Shin Tae-yong tetap mempercayakan peran tersebut kepada dirinya.
Bahkan, pada matchday kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde tiga, pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu sudah ingin melepas ban kaptennya. Sebelum itu, ia mengajak, Jay, Sandy Walsh, Thom Haye dan Rizky Ridho berdiskusi guna membahas niatan itu lebih lanjut.
“Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom, Ridho, untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten
dan vice,” katanya.
Pada akhirnya kata Asnawi, keputusan tetap tak berubah. Shin sebagai pelatih tetap memintanya sebagai kapten utama dan Jay Idzes sebagai wakil.”Di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas,” tutur Asnawi.
Asnawi mengaku merasa jengkel karena polemik soal ban kapten tersebut seharusnya tidak menjadi isu berlarut-larut. Menurutnya, siapa pun yang benar-benar memahami sepak bola pasti mengerti alurnya dan tidak akan menjadikannya bahan perdebatan panjang.
“Kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan dipermasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China, sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat kedepannya,” jelasnya.
Mantan pemain PSM Makassar itu menambahkan, bila Arya begitu yakin, Jay Idzes telah ditetapkan sebagai kapten utama, ia justru ingin tahu dari siapa informasi tersebut berasal.”Jika saya di berikan kepercayaan saya bangga, tapi ketika di berikan yang jauh lebih baik saya ikhlas, dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain,” katanya.
“Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karna that time saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas,” ujarnya lagi.













