Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (tengah) bersama Wakil Menteri Komdigi Raka Angga Prabowo (kanan), dan Nezar Patria (kiri) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).(Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan internet cepat, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan layanan internet murah ini dapat dinikmati oleh 10,8 juta rumah tangga pada tahun 2030 mendatang.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026), Meutya mengungkapkan strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) pada pita frekuensi radio 1,4 GHz.
“Untuk internet murah yang berkualitas dengan 1,4 GHz, proses persiapan sudah dilakukan sejak 2025 dan saat ini sudah siap dioperasikan secara bertahap dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah di tahun 2030,” ujar Meutya.
Khusus untuk tahun 2026 ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menetapkan target jangka pendek, yakni sebanyak 1,99 juta rumah tangga akan mulai menerima manfaat layanan internet murah tersebut. Teknologi nirkabel ini dipilih untuk menjangkau area yang sulit ditembus jaringan fiber optik, seperti permukiman padat penduduk dengan gang sempit hingga daerah pelosok.
Perluasan Jangkauan 5G
Selain internet rumah, Meutya juga memaparkan perkembangan jaringan seluler. Saat ini, layanan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk. Sementara itu, layanan 5G baru menjangkau 6,33 persen luas permukiman di Indonesia.
Untuk mengakselerasi perluasan 5G, Kemkomdigi berencana menggelar lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun ini.
“Rencana kami untuk menggelar lelang dari frekuensi 5G mudah-mudahan di tahun 2026 bisa kita capai untuk jangkauan 8,5 persen luas pemukiman,” tambahnya.
Melalui skema jaringan terbuka dan alokasi spektrum baru ini, Kemkomdigi optimistis dapat menyediakan akses internet dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps yang terjangkau bagi masyarakat luas.













