Tim SAR gabungan mencari korban bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). (Foto: Antara/Novrian Arbi)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati mendorong agar alat hasil riset dan inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) digunakan untuk mitigasi dan evakuasi korban bencana alam, termasuk longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Esti mendorong pemanfaatan alat milik BRIN, yakni Ground Penetrating Radar (GPR) yang diintegrasikan dengan drone (UAV) untuk mencari korban bencana. Alat tersebut juga dinilai dapat digunakan sebagai salah satu langkah mitigasi bencana karena memiliki berbagai fitur dan keunggulan.
“Pemanfaatan Ground Penetrating Radar bisa mencari jenazah di kedalaman puluhan meter. Saat ini sedang terjadi musibah besar yang langsung di satu lokasi itu begitu banyak korban, yaitu di Cisarua,” kata Esti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/1/2026)
“Saya kira alat ini bisa dimanfaatkan untuk membantu evakuasi korban bencana longsor di Cisarua. Kami berharap BRIN mengambil langkah cepat untuk ini,” sambung dia.
Esti mengaku sudah menyampaikan hal itu saat rapat kerja Komisi X DPR dengan Kepala BRIN Arif Satria, beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemanfaatan GPR dapat mempercepat pencarian korban longsor di Cisarua yang masih tertimbun tanah.
“Saat ini yang jelas ada situasi yang sangat membutuhkan gerak cepat dari kita semua. Bahkan di situ juga ada anggota TNI yang menjadi korban,” jelas Esti.
“Saya harap kepada BRIN agar segera digunakan alat itu untuk mencari sanak saudara kita yang berada di lokasi tersebut dan menjadi korban. Situasi bencana ini membutuhkan campur tangan BRIN,” tambah dia.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu juga meminta BRIN ikut andil dalam setiap proses pencarian korban bencana alam, dan terlibat aktif pada mitigasi bencana. Esti menilai, teknologi dan inovasi yang dikembangkan BRIN juga dapat berperan dalam upaya penyelesaian lingkungan.
“Dengan BRIN ikut terlibat aktif, artinya upaya menyelamatkan lingkungan semakin bertambah. Alat dan teknologi milik BRIN dapat mengantisipasi terjadinya bencana, dan lingkungan hidup juga dapat terselamatkan dari musibah-musibah yang akan lebih besar mendatang,” tuturnya.












