Gara-gara Israel, Gencatan Senjata Iran-Amerika di Ambang Bahaya!

Gara-gara Israel, Gencatan Senjata Iran-Amerika di Ambang Bahaya!

Nebby Medium.jpeg

Jumat, 10 April 2026 – 03:35 WIB

Israel melakukan serangan di Lebanon pada Rabu (8/4/2026), beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan. (Foto: EPA/Wael Hamzeh)

Israel melakukan serangan di Lebanon pada Rabu (8/4/2026), beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan. (Foto: EPA/Wael Hamzeh)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat menjadi “sia-sia”.

“Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon,” ujar Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis (9/4).

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan hal serupa. Dalam unggahan terpisah di X, Ghalibaf menyatakan Lebanon dan apa yang disebutnya sebagai “Poros Perlawanan” adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata, mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

“Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata,” ucap Ghalibaf. Ia menambahkan bahwa PM Pakistan menekankan persoalan Lebanon secara “terbuka dan jelas”, dan saat ini “tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur”.

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan dibalas keras. “Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat,” kata dia, sembari mengingatkan supaya “apinya segera dipadamkan”.

Sejak Rabu (8/4), pasukan Zionis Israel meningkatkan serangan terhadap Lebanon, meski gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran telah dicapai dengan Pakistan sebagai penengah. Kesepakatan sementara ini dimaksudkan membuka jalan bagi gencatan senjata permanen untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Namun, interpretasi terhadap gencatan senjata berbeda. Islamabad dan Teheran menilai kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv menepis hal itu.

Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan udara Israel pada Rabu menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.

Sumber pemerintah Pakistan menyatakan delegasi AS dan Iran akan melakukan perundingan “langsung” di Islamabad demi mencapai “gencatan senjata permanen”. Negosiasi yang dijadwalkan dimulai Sabtu (11/4) diperkirakan berlangsung lebih dari satu hari.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 11 times, 1 visit(s) today