Pengadilan Belanda dijadwalkan membacakan putusan pada Senin (4/5/2026) terkait gugatan NAC Breda yang menuntut laga ulang melawan Go Ahead Eagles. Putusan ini berpotensi memicu kekacauan di kompetisi Eredivisie.
NAC Breda menggugat hasil pertandingan 15 Maret lalu yang berakhir dengan kekalahan 6-0. Klub berdalih bek Dean James seharusnya tidak boleh tampil karena telah kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah menjadi WNI demi membela timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia.
Berdasarkan hukum Belanda, warga negara yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain otomatis kehilangan status WN Belanda. Negeri Kincir Angin tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi warga dewasanya.
Akibatnya, sejumlah pemain yang selama ini terdaftar sebagai pemain Belanda secara hukum berstatus pemain asing non-Uni Eropa. Status baru ini mengharuskan mereka mengantongi izin kerja untuk bisa bermain secara profesional di Belanda.
“Jika seorang pemain melepas kewarganegaraan Belandanya, ia masuk ke yurisdiksi yang berbeda,” kata Profesor Hukum Olahraga Marjan Olfers kepada ESPN. “Ia menjadi orang asing. Karena itu, ia butuh izin untuk bisa bekerja di sini.”
Federasi sepak bola Belanda (KNVB) mengakui Dean James seharusnya tidak diturunkan dalam laga tersebut. Namun, KNVB menolak memberikan laga ulang kepada NAC Breda dengan alasan klub maupun otoritas tidak menyadari implikasi penuh dari pergantian kewarganegaraan tersebut.
Pengacara KNVB Michiel van Dijk dalam sidang di Utrecht menyebut potensi dampak putusan sangat besar. Lebih dari 200 laga di Eredivisie dan Eerste Divisie bisa digugat, dengan 133 di antaranya berasal dari kasta tertinggi.
“Banyak klub lain telah mengajukan keberatan. Jika hakim memutuskan menguntungkan NAC, kompetisi bisa kacau,” ujar Direktur Sepak Bola Profesional KNVB Marianne van Leeuwen. “Mereka juga akan melayangkan tuntutan dan proses hukum.”
Polemik ini sudah merembet ke klub lain. TOP Oss di kasta kedua memprotes kekalahan 1-3 dari Willem II terkait keikutsertaan pemain timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On. Kapten NEC Nijmegen Tjaronn Chery yang membela timnas Suriname juga sempat dipertanyakan statusnya.
Ajax Amsterdam, Feyenoord, Telstar, dan FC Volendam ikut mencadangkan hak hukum mereka. Meski demikian, menurut NAC, belum ada permintaan laga ulang resmi yang diajukan klub-klub tersebut.
Sejumlah klub sempat menarik pemain bermasalah usai jeda internasional Maret untuk peninjauan kasus. Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda kemudian mengizinkan beberapa pemain, termasuk Chery, kembali bermain.
Sejumlah klub geram karena masalah ini tidak terdeteksi lebih awal oleh otoritas sepak bola maupun pemerintah. “Tidak ada lembaga pemerintah yang menyinggung hal ini selama dua tahun terakhir,” kata General Manager NEC Wilco van Schaik.
“KNVB maupun Eredivisie tidak pernah mengirimi kami surat. Saya marah. Kami semua bertindak dengan iktikad baik,” ia menambahkan.
Sengketa ini mencerminkan tren global, di mana banyak pemain didikan Belanda memilih membela negara asal keluarganya. Cape Verde yang skuadnya dihuni sejumlah pemain kelahiran Belanda lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama. Suriname gagal lolos setelah kalah di babak playoff dari Bolivia.
Pemain yang kehilangan kewarganegaraan Belanda dimungkinkan mengajukan permohonan kembali, meski prosesnya dilakukan kasus per kasus.
Kasus ini menyentuh isu sensitif di Belanda. Sejumlah bintang timnas seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Clarence Seedorf, Edgar Davids, dan Patrick Kluivert sebenarnya memenuhi syarat membela negara lain berdasarkan garis keturunan.
Pengadilan Utrecht akan mempublikasikan putusan tertulis sekitar tengah hari pada Senin ini.













