Dewan Komisaris Pertamina meninjau Integrated Terminal Manggis di Bali untuk memastikan keandalan distribusi energi. Terminal strategis ini memasok BBM dan LPG untuk Bali hingga Nusa Tenggara. (Foto: Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan peninjauan langsung ke Integrated Terminal (IT) Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, guna memastikan keandalan fasilitas operasional serta stabilitas pasokan energi bagi masyarakat Bali dan wilayah Nusa Tenggara.
Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan Management Walkthrough tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga ketahanan energi nasional melalui pengawasan langsung terhadap fasilitas distribusi energi strategis.
Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Mochamad Iriawan menegaskan bahwa IT Manggis memiliki peran vital dalam rantai distribusi energi nasional karena berfungsi sebagai terminal utama di Pulau Bali sekaligus terminal hub bagi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara.
“HSSE adalah license to operate. Tidak ada kompromi terhadap keselamatan pekerja, keamanan fasilitas maupun perlindungan lingkungan hidup. Awareness terhadap aspek safety, emergency response, risk mitigation dan perlindungan lingkungan harus terus ditingkatkan,” ujar Iriawan dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
IT Manggis Jadi Tulang Punggung Distribusi Energi Bali
Integrated Terminal Manggis berdiri di atas lahan seluas 17 hektare dan menjadi salah satu fasilitas energi terpenting milik Pertamina di kawasan timur Indonesia.
Terminal ini mendistribusikan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertalite, Pertamax, BioSolar, Marine Fuel Oil (MFO), dan Marine Diesel Fuel (MDF).
Distribusi BBM dari IT Manggis melayani 148 SPBU, 54 Pertashop, dua Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), dua SPBU Nelayan (SPBUN), SPBU Kompak, hingga sektor industri.
Selain BBM, terminal tersebut juga menjadi pusat distribusi LPG yang memasok 16 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PSO, empat SPPBE Non-PSO, serta sejumlah pelanggan industri.
Penguatan Infrastruktur dan Keandalan Operasi
Dalam kunjungan tersebut, Iriawan menekankan pentingnya peningkatan keandalan fasilitas operasional, termasuk percepatan pembangunan Jetty 1 yang dinilai dapat memperkuat kapasitas terminal.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut akan meningkatkan fleksibilitas operasional, mempercepat proses bongkar muat, mengurangi antrean kapal, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
“Pembangunan fasilitas ini diharapkan meningkatkan fleksibilitas operasi, mempercepat distribusi energi, mengurangi risiko keterlambatan kapal, serta meningkatkan efisiensi operasional IT Manggis secara keseluruhan,” katanya.
Selain itu, Dewan Komisaris juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, termasuk penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan sektor maritim dan peningkatan kapasitas respons terhadap risiko operasional.
Apresiasi untuk Perwira Pertamina
Iriawan memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja atau perwira Pertamina yang dinilai berhasil menjaga kelancaran operasional terminal meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Saya mengapresiasi dedikasi seluruh perwira yang terus menjaga operasi berjalan lancar dan baik. Bangun budaya safety, disiplin operasional dengan sinergi dan rasa memiliki. IT Manggis diharapkan terus meningkatkan keandalan operasi dan menjadi terminal yang aman, modern, serta berstandar kelas dunia,” ujarnya.
Ditjen Migas Soroti Tantangan Cuaca
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono, Komisaris Independen Pertamina Raden Adjeng Sondaryani, Komisaris Pertamina Nanik S Deyang, Komisaris Pertamina Heru Pambudi, serta Komisaris Pertamina sekaligus Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman.
Laode menilai kesiapan operasional Pertamina di IT Manggis sudah berjalan dengan baik, baik dari sisi ketersediaan stok maupun distribusi energi kepada masyarakat.
“Tantangan yang dihadapi dalam operasional di IT Manggis salah satunya adalah cuaca. Namun saya melihat tantangan itu berhasil diatasi dengan sangat baik oleh perwira di IT Manggis melalui berbagai upaya yang dilakukan,” kata Laode.
Kunjungan Dewan Komisaris ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan distribusi energi tetap aman, andal, dan berkelanjutan, terutama di wilayah strategis yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata nasional seperti Bali.
Tag: Pertamina, IT Manggis, Bali, Karangasem, Dewan Komisaris Pertamina, Mochamad Iriawan, pasokan energi, distribusi BBM, LPG, ketahanan energi, HSSE, Ditjen Migas, Laode Sulaiman, energi nasional, Nusa Tenggara.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












