Sejarah! Hat-trick Anak Didik John Herdman Bawa Kanada Gilas 9 Pemain Qatar

Sejarah! Hat-trick Anak Didik John Herdman Bawa Kanada Gilas 9 Pemain Qatar

Tuan rumah Kanada akhirnya mengukir sejarah emas di pentas sepak bola dunia. Tampil di hadapan publik sendiri di BC Place, Vancouver, pada Jumat (19/6) pagi WIB, skuad asuhan Jesse Marsch sukses mengamankan kemenangan perdana mereka di ajang Piala Dunia usai membantai Qatar dengan skor telak 6-0 pada laga kedua fase Grup B.

Kemenangan monumental ini tidak hanya mengakhiri penantian panjang Kanada untuk meraih tiga poin di turnamen ini, tetapi juga melesatkan mereka ke puncak klasemen sementara Grup B dengan raihan empat poin (satu menang, satu imbang). Sebaliknya, Qatar semakin terpuruk di dasar klasemen dengan torehan satu poin.

Pesta Gol Sejak Babak Pertama

Kanada langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Berawal dari tembakan Jonathan David yang berhasil ditepis kiper Qatar, bola liar (rebound) langsung disambar oleh Cyle Larin untuk membuka keunggulan.

Momentum sepenuhnya menjadi milik tuan rumah. Pada menit ke-29, Kanada menggandakan kedudukan. Tembakan jarak jauh Tajon Buchanan sempat membentur pemain bertahan dan jatuh tepat di kaki Jonathan David yang berada di dalam kotak penalti. Tanpa kesalahan, ia merobek jala gawang Qatar lewat sepakan kaki kanannya.

Situasi Qatar semakin hancur berantakan pada menit ke-33 ketika bek Homam Ahmed diganjar kartu merah langsung akibat melanggar keras Buchanan. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Kanada. Di masa injury time babak pertama, Jonathan David mencetak gol keduanya memanfaatkan bola muntah dari sundulan Larin yang ditepis kiper. Kanada menutup paruh pertama dengan keunggulan nyaman 3-0.

Cedera Horor Koné dan Kartu Merah Kedua Qatar

Memasuki babak kedua, insiden mengerikan terjadi. Gelandang andalan Kanada, Ismael Koné, terkapar di lapangan usai menerima tekel horor yang sangat berbahaya dari Asim Maboudi. Cedera tersebut tampak sangat parah hingga tayangan ulang tidak diputar di siaran televisi. Para pemain Kanada langsung mengerumuni Koné untuk melindunginya.

Maboudi yang melakukan tekel tersebut juga tampak memegangi kepalanya menyadari betapa fatalnya pelanggaran itu, sebelum akhirnya wasit mencabut kartu merah kedua untuk Qatar. Koné kemudian ditandu keluar lapangan sambil memberikan lambaian tangan kepada para penggemar, meski hari yang seharusnya sempurna ini harus dinodai oleh cedera tersebut.

Puncak Pesta dan Hat-trick David

Bermain melawan sembilan pemain Qatar, Kanada semakin leluasa mendikte permainan. Pada menit ke-64, tendangan bebas spektakuler Nathan Saliba sukses menembus gawang Qatar, mengubah skor menjadi 4-0. Mengharukannya, Saliba merayakan gol tersebut dengan membentangkan jersey milik Koné sebagai bentuk dukungan moral.

Pertahanan Qatar benar-benar runtuh ketika gelandang Mohamed Al-Mannai melakukan gol bunuh diri pada menit ke-75. Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup dengan manis di masa stoppage time babak kedua saat Jonathan David mencetak gol ketiganya, sekaligus melengkapi torehan hat-trick pada laga bersejarah ini. Skor 6-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Keberhasilan Jonathan David mencetak hat-trick perdana bagi Kanada di ajang Piala Dunia tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok krusial di balik layar: John Herdman. Bagi para penggemar sepak bola, relasi keduanya lebih dari sekadar pelatih dan pemain.

Herdman, mantan pelatih kepala Timnas Kanada, adalah sosok visioner yang pertama kali memberikan debut internasional kepada David. Di bawah tangan dingin Herdman, fondasi karier Jonathan David di tim nasional dibangun dan diasah hingga kini menjelma menjadi salah satu striker paling mematikan di Amerika Utara.

Visited 2 times, 2 visit(s) today