Preview Brasil vs Skotlandia: Tartan Army Berburu Kejutan di Piala Dunia 2026

Preview Brasil vs Skotlandia: Tartan Army Berburu Kejutan di Piala Dunia 2026

Tim nasional Brasil masih menjadi unggulan saat menghadapi Skotlandia pada laga ketiga Grup C Piala Dunia 2026, Kamis (25/6) pukul 05.00 WIB. Namun performa Selecao sejauh ini menunjukkan mereka bukan lagi tim yang tak tersentuh.

Secara kualitas skuad, pengalaman, dan sejarah di Piala Dunia, Brasil tetap berada beberapa tingkat di atas Skotlandia. Lima gelar juara dunia dan status sebagai satu-satunya negara yang selalu tampil di setiap edisi Piala Dunia menjadi bukti dominasi mereka.

Meski demikian, tim asuhan Carlo Ancelotti belum tampil seperkasa kandidat juara lain seperti Argentina maupun Prancis selama fase grup.

Brasil Menang, Tapi Belum Superior

Kemenangan 3-0 atas Haiti memang memperlihatkan ketajaman lini depan Brasil. Namun jika melihat statistik pertandingan, Haiti mampu memberikan perlawanan yang tidak sedikit.

Kedua tim sama-sama menciptakan tujuh peluang sepanjang laga. Haiti bahkan unggul dalam jumlah penetrasi ke sepertiga akhir lapangan dengan catatan 50 kali berbanding 44 milik Brasil.

Data tersebut menunjukkan bahwa Brasil masih memiliki celah yang bisa dieksploitasi lawan.

Bagi Skotlandia, performa Haiti bisa menjadi referensi penting. Mereka perlu meniru keberanian dan agresivitas Haiti dalam menekan Brasil, meski tentu harus menghindari kesalahan yang membuat Haiti kalah telak.

Skotlandia Wajib Main Lebih Berani

Skuad asuhan Steve Clarke datang dengan modal tiga poin hasil kemenangan 1-0 atas Haiti.

Tambahan minimal satu poin dari laga melawan Brasil bisa menjadi modal penting untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur sekaligus mengakhiri kutukan yang selalu menghentikan mereka di fase grup sepanjang sejarah Piala Dunia.

Masalahnya, Skotlandia belum menunjukkan kualitas menyerang yang cukup konsisten.

Saat kalah 0-1 dari Maroko, mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Pendekatan pragmatis Clarke dengan formasi tiga bek juga dinilai membuat Skotlandia terlalu pasif.

Untuk menghadapi Brasil, Tartan Army diperkirakan harus tampil lebih agresif, terutama ketika melakukan transisi dan pressing di area tengah lapangan.

Lini Depan Brasil Mulai Panas

Salah satu alasan Brasil tetap difavoritkan adalah kualitas lini serang mereka yang mulai menemukan ritme permainan.

Perubahan yang dilakukan Ancelotti dengan memberi kesempatan lebih besar kepada Matheus Cunha terbukti efektif. Cunha mencetak dua gol saat melawan Haiti, sementara satu gol lainnya lahir dari kaki Vinicius Junior.

Secara keseluruhan, Brasil telah mencetak 15 gol dalam lima pertandingan terakhir.

Kedalaman skuad juga menjadi keunggulan besar Selecao. Dari 26 pemain yang dibawa ke Amerika Utara, sembilan di antaranya merupakan pemain depan dengan produktivitas tinggi.

Pertahanan Brasil Masih Bisa Ditembus

Meski tajam di depan, Brasil tidak sepenuhnya sempurna.

Lini belakang yang dikomandoi Marquinhos dan Gabriel Magalhaes masih memperlihatkan kerentanan.

Selain saat menghadapi Haiti, Brasil selalu kebobolan dalam sembilan pertandingan sebelumnya. Mereka bahkan sempat kebobolan tiga gol saat kalah dari Jepang dan dua gol ketika menghadapi Prancis dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia.

Fakta itu menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan duet penyerang Skotlandia, Che Adams dan Lawrence Shankland.

Dukungan dari Scott McTominay, John McGinn, serta Lewis Ferguson juga akan menjadi faktor penting.

Rekor Buruk Menghantui Skotlandia

Tantangan terbesar Skotlandia bukan hanya kualitas Brasil, tetapi juga sejarah yang tidak berpihak kepada mereka.

Dalam 10 pertemuan sebelumnya melawan Brasil, Skotlandia selalu kalah.

Termasuk kekalahan 1-4 pada Piala Dunia 1982, 0-1 di Piala Dunia 1990, dan 1-2 pada Piala Dunia 1998.

Namun statistik masa lalu tidak akan memberi poin tambahan kepada Brasil.

Jika mampu tampil disiplin, agresif, dan memanfaatkan celah di pertahanan Selecao, Skotlandia masih memiliki peluang mencuri hasil positif.

Meski demikian, di atas kertas Brasil tetap berada di posisi yang jauh lebih kuat. Kemenangan tidak hanya akan mengantar mereka ke babak gugur, tetapi juga mengirim pesan kepada para rival bahwa Selecao mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya di Piala Dunia 2026.

Visited 8 times, 7 visit(s) today