Son Heung-min Cs Disalahkan, Padahal Borok Federasi yang Bikin Timnas Korsel Hancur

Son Heung-min Cs Disalahkan, Padahal Borok Federasi yang Bikin Timnas Korsel Hancur

Legenda sepak bola Korea Selatan, Park Ji-sung, melontarkan kritik tajam kepada Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA). 

Ia memperingatkan bahwa Son Heung-min dkk saat ini tengah mengulangi kesalahan fatal yang sama seperti saat mereka hancur lebur pada kampanye Piala Dunia 2014 silam.

Kritik pedas ini meluncur di tengah situasi genting yang sedang dihadapi Taeguk Warriors. Harapan Korea Selatan untuk melaju ke babak sistem gugur Piala Dunia 2026 mendapat pukulan telak usai menelan dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan. 

Hasil minor tersebut membuat mereka terpuruk di peringkat ketiga Grup A dan harus menggantungkan nasib pada hasil pertandingan tim lain.

Soroti Masalah Sistemik, Bukan Pemain

Saat mengevaluasi persiapan Piala Dunia Korea Selatan, mantan gelandang andalan Manchester United itu secara terang-terangan menuding para petinggi federasi sebagai akar permasalahan, alih-alih menyalahkan performa para pemain di atas lapangan hijau.

“Kita hanya melakukan kesalahan yang sama seperti tahun 2014,” tegas Park. “KFA adalah pihak yang paling bertanggung jawab.”

Sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah dimiliki Korea Selatan, pernyataan pria berusia 43 tahun itu memiliki bobot dan pengaruh yang sangat besar di kalangan suporter, sekaligus memicu kembali perdebatan mengenai arah sepak bola Korsel dan peran federasi.

Bukan tanpa alasan Park menyinggung memori kelam 2014. Kala itu di Brasil, Korea Selatan tampil sangat mengecewakan dan harus pulang lebih awal setelah finis sebagai juru kunci grup dengan hanya raihan satu poin dari tiga pertandingan. Tragedi tersebut memicu gelombang kritik luas terhadap persiapan tim, struktur kepelatihan, dan pengambilan keputusan para petinggi KFA.

Lebih dari satu dekade berlalu, Park menilai masalah sistemik yang mendasar di dalam tubuh sepak bola Korea Selatan masih belum terselesaikan.

Suporter Tuntut “Bersih-Bersih” KFA

Kritik Park Ji-sung muncul di saat sorotan tajam memang tengah mengarah pada proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan di KFA. Sebagian besar basis penggemar telah lama memendam frustrasi atas buruknya perencanaan jangka panjang dan manajemen tim nasional.

Pernyataan sang legenda langsung mendapat gaung yang kuat di media sosial. Banyak suporter yang menggemakan kekhawatiran Park dan menuntut reformasi besar-besaran di dalam tubuh badan pengatur sepak bola tersebut. Salah satu unggahan yang viral bahkan mendesak KFA untuk segera “membersihkan internal mereka sekarang juga”.

Sebagai salah satu raksasa tradisional sepak bola Asia yang tak pernah absen lolos ke Piala Dunia sejak 1986, peringatan dari Park Ji-sung membawa pesan yang jelas: sekadar lolos kualifikasi tak lagi cukup.

Kini, pertanyaan terbesarnya adalah apakah struktur di balik layar tim nasional saat ini benar-benar mampu memberikan kesuksesan yang berkelanjutan di panggung terbesar dunia. Bagi para pendukung, teguran Park bukan sekadar kritik teknis, melainkan tantangan terbuka bagi para administrator yang bertanggung jawab membentuk masa depan sepak bola Korea Selatan.

Visited 2 times, 2 visit(s) today