Sejumlah warga berolahraga saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/2/2026). (Foto: Antara/Bayu Pratama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keinginan untuk lepas dari jerat kecanduan rokok sering kali membentur dinding tebal. Namun, sebuah temuan terbaru dari para peneliti di Australia membawa angin segar. Aktivitas fisik atau olahraga kini terbukti secara ilmiah mampu menekan hasrat mengisap rokok secara signifikan, sekaligus mendongkrak keberhasilan untuk berhenti merokok.
Kesimpulan berharga ini didapat setelah tim peneliti dari Universitas Adelaide melakukan analisis mendalam terhadap 59 uji klinis terkontrol (randomized controlled trial/RCT) yang melibatkan lebih dari 9.000 partisipan.
Peluang Bebas Rokok Naik Signifikan
Hasil riset tersebut menunjukkan fakta yang menggembirakan. Para peserta yang aktif mengikuti program olahraga memiliki peluang 15 persen lebih besar untuk berhenti merokok secara berkelanjutan. Bahkan, mereka mencatat peluang 21 persen lebih tinggi untuk benar-benar bebas dari asap rokok selama tujuh hari berturut-turut, jika dibandingkan dengan kelompok yang tidak menjalani program serupa.
Studi yang telah dipublikasikan secara resmi dalam Journal of Sport and Health Science ini juga mengungkap bahwa olahraga mampu memangkas konsumsi rokok rata-rata hingga dua batang per hari. Menariknya lagi, hanya dengan melakukan satu sesi olahraga saja, dorongan atau hasrat untuk merokok bisa langsung diredam hingga sekitar 30 menit ke depan.
Bukan Pengganti Terapi Medis
Peneliti senior dari Universitas Adelaide, Profesor Carol Maher, menjelaskan bahwa olahraga bisa menjadi strategi pendukung yang sangat sederhana, praktis, dan berbiaya murah bagi siapa saja yang ingin hidup lebih sehat tanpa rokok.
Kendati demikian, Maher memberikan catatan penting. Olahraga sebaiknya ditempatkan sebagai pelengkap atau pendamping, bukan sebagai pengganti mutlak dari metode yang sudah teruji efektif selama ini, seperti konseling psikologis maupun terapi obat-obatan.
Menurut Maher, manfaat terbesar dari aktivitas fisik ini adalah kemampuannya dalam membantu para perokok mengendalikan dorongan mengisap rokok yang kerap muncul mendadak dalam jangka pendek. Dengan begitu, komitmen seseorang untuk menyudahi kebiasaan buruk tersebut menjadi jauh lebih kokoh dan tidak mudah goyah.
Ancaman Kematian Global dan Tantangan Vape
Langkah penanganan kecanduan rokok ini memang tergolong krusial. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa penggunaan tembakau hingga kini masih bertengger sebagai penyebab utama kematian dini di dunia yang sebenarnya bisa dicegah. Tak main-main, kebiasaan merokok ini bertanggung jawab atas sekitar tujuh juta kematian saban tahunnya di seluruh dunia.
Melihat besarnya potensi kemanusiaan ini, para peneliti menilai masih sangat diperlukan studi lanjutan untuk merumuskan bagaimana olahraga dapat diintegrasikan secara massal ke dalam program berhenti merokok di tengah masyarakat. Termasuk, menguji sejauh mana efektivitas aktivitas fisik ini dalam membantu para pengguna rokok elektronik alias vape untuk menyudahi ketergantungan mereka.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













