NASA Buka Lowongan Relawan untuk Simulasi Hidup Setahun di Mars

NASA Buka Lowongan Relawan untuk Simulasi Hidup Setahun di Mars

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membuka kesempatan langka bagi publik yang tertarik merasakan sensasi penjelajahan luar angkasa. Lembaga antariksa tersebut tengah mencari sukarelawan untuk hidup dalam simulasi perjalanan antara Bumi dan Mars selama satu tahun penuh.

Perjalanan luar angkasa sejatinya merupakan sebuah aktivitas yang sangat sulit dan menantang. Menghadapi berbagai proyek ambisius di masa depan, umat manusia perlu memahami cara beradaptasi dengan lingkungan baru yang benar-benar asing.

Karantina Total Mulai Agustus 2027

Program mutakhir NASA ini menggabungkan dua misi penting, yakni Human Exploration Research Analog (HERA) dan Crew Health and Performance Exploration Analog (CHAPEA). Mereka yang beruntung dan terpilih bakal menjalani pengalaman langsung terkait kondisi lingkungan serta tugas-tugas nyata para astronaut.

Misi ini dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus 2027 mendatang. Para peserta akan hidup dalam isolasi ketat di lingkungan terbatas yang dibangun khusus di fasilitas HERA, Johnson Space Center, Houston, Amerika Serikat.

Mengutip laporan dari IFL Science, Jumat (17/7/2026), misi tersebut nantinya akan memasuki fase habitat permukaan. Pada tahap ini, para ahli bakal mempelajari kinerja awak yang dituntut bertahan hidup dengan sumber daya serbaterbatas di planet lain.

Fasilitas Lengkap di Rumah Mars Buatan

Meskipun terisolasi dari dunia luar, ruang simulasi yang digunakan tetap dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Di dalamnya terdapat ruang kru pribadi, ruang kerja bersama, ruang rekreasi, hingga area khusus untuk budidaya tanaman.

Selain itu, terdapat pula ruang medis, area persiapan makanan, ruang kedap udara, kamar mandi, serta area luar ruangan untuk melakukan simulasi berjalan di permukaan planet (spacewalk).

NASA menambahkan, ada satu modul penjelajahan khusus yang ditempatkan di habitat utama. Modul portabel tersebut berisi dua kursi pengemudi, dua tempat tidur, toilet, serta ruang kedap udara tersendiri.

Demi Muluskan Misi Artemis

Eksperimen karantina jangka panjang ini bukan sekadar uji coba tanpa arah. Hasil dari simulasi ini diharapkan dapat membantu para ilmuwan untuk mengevaluasi sekaligus memvalidasi perangkat keras, kesiapan teknologi, protokol keselamatan, serta sistem pendukung kesehatan awak.

Seluruh data berharga yang didapatkan sepanjang simulasi akan langsung dimasukkan ke dalam Program Penelitian Manusia milik NASA.

Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memuluskan proyek antariksa masa depan, termasuk menyukseskan Misi Artemis yang bertujuan membawa manusia kembali ke Bulan dan bersiap menuju Mars.

Visited 3 times, 3 visit(s) today