Timnas Indonesia mengincar gelar pertama di Piala AFF 2026 usai enam kali jadi runner-up. (Foto: Kitagaruda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Timnas Indonesia membawa beban sejarah panjang saat memulai kampanye di Piala AFF 2026. Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996, Garuda belum pernah sekali pun mengangkat trofi juara.
Prestasi terbaik yang pernah diraih hanya sampai status runner-up, dan itu pun sudah terjadi enam kali. Catatan tersebut menjadikan Indonesia sebagai tim dengan status finalis terbanyak tanpa gelar di ajang sepak bola paling bergengsi Asia Tenggara ini.
Musim ini, harapan publik kembali menguat. John Herdman, pelatih asal Inggris yang menukangi Garuda untuk pertama kalinya di ajang AFF, membawa skuad campuran antara pemain senior dan talenta muda. Nama pemain andalan di klub lokal seperti Thom Haye, Marc Klok, Jordi Amat, dan Sandy Walsh berpadu dengan talenta muda seperti Jens Raven dan Beckham Putra Nugraha.
Dua pemain berkarier di Eropa, yaitu Marselino Ferdinan dan Mitchell Baker, menambah kedalaman kualitas skuad dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Namun jalan menuju gelar tidak mudah. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Vietnam berstatus juara bertahan dan akan tampil dengan modal kepercayaan diri tinggi, bahkan disebut akan mengenakan patch emas sebagai simbol status itu di setiap laga, termasuk saat menghadapi Indonesia.
Timnas Indonesia akan membuka perjalanan di Piala AFF 2026 dengan menantang Kamboja pada laga perdana Grup A. Pertandingan digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026) pukul 20.30 WIB, dan bisa disaksikan melalui siaran langsung Indosiar serta live streaming Vidio.
Turnamen yang resmi bernama ASEAN Hyundai Cup 2026 ini berlangsung sejak 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Setelah laga kontra Kamboja, jadwal Garuda berlanjut ke Timor Leste pada 31 Juli di Chonburi, Thailand, disusul duel besar melawan Vietnam pada 3 Agustus di Pakansari, dan ditutup fase grup menghadapi Singapura pada 7 Agustus.
Format turnamen yang mempertemukan juara dan runner-up grup di semifinal membuat setiap laga fase grup punya bobot besar. Kekalahan atau hasil imbang yang tidak diharapkan dari lawan-lawan yang di atas kertas lebih lemah, seperti Kamboja atau Timor Leste, bisa langsung menghambat langkah Indonesia sebelum bertemu lawan-lawan berat.
Dengan kombinasi skuad yang lebih berkualitas, dukungan penuh suporter di laga kandang, sekaligus tekanan sejarah enam kali gagal di final, publik sepak bola Indonesia kini menanti apakah Garuda bisa benar-benar mengakhiri penantian gelar, terjebak lagi sebagai runner-up, atau justru tersingkir lebih cepat dari perkiraan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














