Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berharap penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mampu menjadi penggerak penjualan kendaraan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Harapan tersebut disampaikan Agus Gumiwang saat membuka secara resmi GIIAS 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (30/7). Pameran otomotif terbesar di Indonesia itu berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
Menurut Agus, konsistensi penyelenggaraan GIIAS selama lebih dari tiga dekade menjadi bukti pentingnya peran pameran tersebut dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
“Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyampaikan selamat dan apresiasi kepada GAIKINDO atas penyelenggaraan GIIAS. Menjaga sebuah pameran tetap relevan selama 33 kali penyelenggaraan bukanlah pekerjaan yang mudah,” kata Agus Gumiwang.
Pemerintah Perkuat Kemitraan dengan Industri Otomotif
Agus menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kemitraan dengan industri otomotif karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Industri otomotif dinilai berperan penting dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur, hingga memperbesar ekspor kendaraan beserta komponennya.
Karena itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen menghadirkan berbagai kebijakan yang dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional di tengah tantangan ekonomi global.
“Kementerian Perindustrian akan terus menjadi mitra strategis industri melalui berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan daya saing sektor otomotif nasional,” ujar Agus.
GIIAS 2026 Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah
Sementara itu, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika menyebut penyelenggaraan GIIAS 2026 menjadi yang terbesar sejak pameran tersebut pertama kali digelar.
Menurut Putu, besarnya skala pameran mencerminkan tingginya kepercayaan produsen otomotif dunia terhadap prospek pasar Indonesia.
“Di tengah tantangan ekonomi global, industri otomotif Indonesia terus menunjukkan daya tahan yang kuat. GIIAS 2026 hadir membawa semangat dan optimisme baru untuk mendorong industri otomotif nasional bergerak lebih cepat dan lebih kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan Indonesia kini tidak hanya dipandang sebagai pasar kendaraan bermotor, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan di kawasan Asia Tenggara.
Elektrifikasi dan AI Mendominasi GIIAS 2026
Selain menjadi ajang peluncuran kendaraan baru, GIIAS 2026 kembali menjadi etalase perkembangan teknologi otomotif.
Tahun ini, tren elektrifikasi masih menjadi sorotan utama dengan hadirnya berbagai kendaraan battery electric vehicle (BEV), hybrid, dan plug-in hybrid. Sejumlah produsen juga memperkenalkan teknologi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), konektivitas kendaraan, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Bagi agen pemegang merek (APM), GIIAS menjadi momentum penting untuk mengumpulkan surat pemesanan kendaraan (SPK) sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru kepada konsumen.
Pameran tersebut diharapkan mampu mendongkrak penjualan kendaraan nasional pada semester kedua 2026.
Diikuti Lebih dari 65 Merek Otomotif Dunia
GIIAS 2026 diikuti lebih dari 65 merek kendaraan yang berasal dari Jepang, Korea Selatan, China, Amerika Serikat, Eropa, hingga Vietnam.
Selain itu, lebih dari 150 perusahaan industri pendukung turut ambil bagian dengan menghadirkan berbagai produk dan teknologi terbaru.
Beragam kendaraan baru diperkenalkan selama pameran, mulai dari mobil bermesin konvensional hingga kendaraan listrik murni, mempertegas posisi GIIAS sebagai salah satu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara.














