Absurd! Kamus Ini Nobatkan ’67’ Sebagai Word of The Year 2025

Absurd! Kamus Ini Nobatkan ’67’ Sebagai Word of The Year 2025

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 1 November 2025 – 17:20 WIB

Dictionary.com tetapkan 67 (Six-Seven) yang viral dan absurd di TikTok sebagai Word of The Year 2025. (Foto: CBS News)

Dictionary.com tetapkan 67 (Six-Seven) yang viral dan absurd di TikTok sebagai Word of The Year 2025. (Foto: CBS News)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dunia semakin absurd, dan portal kamus ternama Amerika Serikat (AS), Dictionary.com, mengumumkan ‘penyerahan’ mereka pada tren digital yang paling tak masuk akal. Secara mengejutkan, bukan kata, melainkan angka 67 (dibaca: Six-Seven), yang viral masif di platform TikTok, dinobatkan sebagai Word of the Year 2025.

Penobatan ini menjadi pukulan telak bagi logika bahasa konvensional. Pasalnya, ’67’ secara harfiah tidak memiliki makna yang jelas, bahkan diakui sendiri oleh sang pencipta.

Seperti dilansir InStyle, kini mengenakan atau mengucapkan ’67’ adalah cara instan bagi kalangan muda, terutama Gen Alpha, untuk menunjukkan bahwa mereka mengikuti tren internet terbaru. Bahkan, pembawa acara televisi AS, Savannah Guthrie, ikut meramaikan fenomena ini dengan memamerkan kostum Halloween yang bertema six-seven, menandakan istilah ini telah merambah ke budaya pop mainstream.

Jejak Viral dari Lagu Rap ke Lapangan Basket

Laporan analisis mencatat, istilah ini pada dasarnya bersifat ‘tidak masuk akal dan jenaka’, berfungsi sebagai ‘sinyal sosial’ atau inside joke (lelucon internal) bagi kalangan anak muda. Ketidakjelasan maknanya justru menjadi daya tarik utama.

Fenomena ’67’ bermula dari sepotong bait rima dalam lagu rap tahun 2024 berjudul Doot Doot (6 7) yang dibawakan oleh rapper bernama Skrilla. Bait ‘6-7’ yang di-rap-kan dengan nada unik itu kemudian meledak.

Kepopulerannya semakin teramplifikasi di video-video TikTok dan Instagram Reels, terutama yang menampilkan bintang NBA LaMelo Ball, yang tingginya kebetulan adalah 6 kaki 7 inci. Meskipun awalnya mungkin kebetulan, asosiasi itu membuat frasa tersebut semakin menancap.

Seorang guru dan pembuat konten pendidikan, Mr. Lindsay, menjelaskan fenomena ini kepada Today, menyebut bahwa daya tarik frasa itu ada pada kesederhanaannya yang mudah diucapkan.

“Secara harfiah tidak ada keadaan di mana seorang anak tidak mungkin mengatakan, ‘six, seven‘,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa istilah ini telah menjadi ‘terlalu sering digunakan’ oleh generasi muda.

Direktur leksikografi Dictionary Media Group, Steve Johnson, menjelaskan bahwa ’67’ merupakan kombinasi unik antara ‘bagian dalam lelucon, bagian sinyal sosial, dan bagian kinerja’. Artinya, ketika generasi Alpha mengucapkan six-seven, mereka tidak sekadar meniru meme, tetapi juga sedang mengekspresikan perasaan dan kebersamaan mereka dalam sebuah kode digital.

Menariknya, Skrilla sendiri, sang pencipta bait, mengakui kepada Wall Street Journal bahwa frasa itu sejatinya tidak berarti apa-apa.

“Saya tidak pernah memberikan arti sebenarnya padanya, dan saya tetap tidak ingin,” kata Skrilla, percaya bahwa kurangnya makna ini mungkin adalah alasan utama mengapa semua orang terus mengucapkannya.

Sebuah ironi bahasa di era digital.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today