Agar Ekonomi Rakyat Tumbuh, Menko Zulhas: SPPG Harus Jadikan UMKM Pemasok Bahan Pangan

Agar Ekonomi Rakyat Tumbuh, Menko Zulhas: SPPG Harus Jadikan UMKM Pemasok Bahan Pangan

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 10 Januari 2026 – 17:29 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan makanan bergizi gratis kepeda ibu hamil dan mengusui di Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (10/1/2026). (Foto: ANTARA/Heru Suyitno).

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan makanan bergizi gratis kepeda ibu hamil dan mengusui di Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (10/1/2026). (Foto: ANTARA/Heru Suyitno).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersinergi dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat lokal. Menjadikannya sebagai pemasok bahan pangan. Kalau itu terjadi maka ekonomi rakyat akan berputar cepat. 

“Tidak boleh kerja sama dengan pemasok besar dari luar. Harus melibatkan UMKM desa, supaya ekonomi di sini tumbuh. Ibu-ibu tanam buah, laku. Tanam sayur, laku. Pelihara ayam, laku. Telur, laku. Ikan, laku,” kata Menko Zulhas di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Ia mengatakan, hal tersebut usai meninjau SPPG Kalikajar 001 Kabupaten Wonosobo. Ditegaskan, SPPG yang tidak melibatkan masyarakat sekitar sebagai pemasok, dapat dievaluasi hingga berujung pencabutan izin.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar SPPG mampu menyejahterakan warga di sekitarnya. “Kalau tidak sinergi dan belinya dari Jakarta, itu bisa dievaluasi. Kalau diperingatkan tidak mau, lama-lama bisa dicabut,” katanya.

Selain aspek ekonomi, ia juga menekankan pentingnya standar kesehatan dan keamanan pangan. SPPG diwajibkan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi agar makanan yang disalurkan benar-benar sehat dan aman. “SPPG ini harus sehat, higienis, sehingga betul-betul bisa menjadikan anak-anak Indonesia anak-anak yang hebat,” kata Menko Zulhas.

Dia mengatakan, pemenuhan gizi bagi ibu hamil menjadi perhatian utama untuk mencegah tengkes. Dampak asupan gizi yang baik, baru akan terlihat dalam jangka panjang.

“Kalau ibu hamil tidak dijaga gizinya, nanti stunting. Dampaknya bukan hari ini, tapi lima sampai sepuluh tahun ke depan. Kalau asupannya bagus, anak-anak kita fisiknya sehat, otaknya cerdas,” kata Menko Zulhas.

Salah satu penerima manfaat MBG Risnawati mengaku senang dengan program tersebut. Dirinya menyebut menu yang diterima berupa buah dan roti. “Senang. Semoga program ini bisa dilanjutkan terus,” katanya.

Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan anak-anak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
 

Visited 3 times, 1 visit(s) today