Massimiliano Allegri, Pelatih Kepala AC Milan, memberikan pandangan sebelum pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal FC dan AC Milan di Stadion Nasional pada 23 Juli 2025 di Singapura. (Foto oleh Yong Teck Lim/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dua tokoh besar sepak bola Italia, Massimiliano Allegri dan Aurelio De Laurentiis, mengeluarkan usulan kontroversial untuk melindungi pemain dari kelelahan akibat jadwal pertandingan yang terlalu padat.
Pelatih AC Milan, Allegri, menyarankan agar jam kick-off pertandingan malam dimajukan lebih awal, sementara Presiden Napoli, De Laurentiis, bahkan mengusulkan pemain di atas usia 23 tahun tidak lagi dipanggil ke tim nasional.
Dalam konferensi pers jelang laga Milan vs Fiorentina, Allegri menyoroti dampak kelelahan akibat padatnya jadwal Serie A dan laga internasional. Ia menilai solusi sederhana seperti memajukan waktu pertandingan dari 20.45 menjadi 20.00 waktu setempat bisa memberi efek besar pada kondisi fisik pemain.
“Sepak bola sudah berubah dan makin global. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu,” ujar Allegri.
“Kalau pertandingan dimulai lebih awal, pemain bisa tidur lebih cepat. Tambahan tiga jam istirahat itu sangat berarti.”
Milan diketahui mengirim 15 pemain ke berbagai tim nasional selama jeda internasional Oktober — terbanyak di Serie A. Sejumlah pemain kunci seperti Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Pervis Estupiñán kembali dengan kondisi cedera.
Alhasil, Allegri hanya punya dua pemain senior di bangku cadangan saat menghadapi Fiorentina.
Setelah komentar Allegri, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis turut melontarkan ide ekstrem. Ia menilai pemain seharusnya tidak boleh terus bermain di level internasional setelah usia 23 tahun agar regenerasi berjalan dan klub tak dirugikan.
“Sekarang pemain bisa main sampai 70 pertandingan semusim. Itu mustahil,” ujar De Laurentiis.
“Setelah berusia 23 tahun, seharusnya mereka tak lagi ke tim nasional. Saatnya beri ruang untuk generasi baru.”
Bos Napoli itu juga mengkritik FIFA dan federasi karena tidak memberi kompensasi yang memadai bagi klub ketika pemain mereka cedera di laga internasional.
“Tidak ada rasa hormat kepada liga domestik. Klub membayar gaji pemain 12 bulan, tapi mereka cedera saat membela timnas tanpa kompensasi cukup. Ini harus diatur ulang,” tegasnya.
Jadwal Padat Jadi Masalah Global
Isu kelelahan pemain bukan hanya terjadi di Italia. Banyak pelatih di Eropa — termasuk Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti — juga mengeluhkan beban fisik akibat padatnya jadwal kompetisi klub, internasional, dan turnamen baru seperti Nations League.
Meski ide De Laurentiis dan Allegri terdengar ekstrem, wacana pembatasan jumlah pertandingan dan penyesuaian jam tanding kini makin sering dibicarakan di kalangan klub top Eropa.














