Antiklimaks! Putri KW Kandas di Final, Gelar Swiss Open 2026 Lepas ke Thailand

Antiklimaks! Putri KW Kandas di Final, Gelar Swiss Open 2026 Lepas ke Thailand

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Minggu, 15 Maret 2026 – 21:35 WIB

Putri Kusuma Wardani dalam ajang Swiss Open di St. Jakobshalle, Minggu (15/3/2026).(Foto: pbsi)

Putri Kusuma Wardani dalam ajang Swiss Open di St. Jakobshalle, Minggu (15/3/2026).(Foto: pbsi)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Harapan Putri Kusuma Wardani untuk meraih gelar Swiss Open pupus usai takluk dari wakil Thailand unggulan ketujuh, Supanida Katethong di partai final.

Bertanding di St. Jakobshalle, Minggu (15/3/2026), Putri yang berstatus unggulan pertama harus mengakui keunggulan Supanida lewat dua gim langsung 11-21, 15-21 dalam tempo 40 menit.

Usai pertandingan, Putri mengaku sudah menyiapkan rencana untuk membalas kekalahan dari Supanida pada pertemuan sebelumnya di ajang SEA Games.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena dirinya merasa berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.

“Pertemuan terakhir di Sea Games saya kalah jadi di sini saya dari awal berpikir pengen main terbaik, bisa mengeluarkan semuanya tapi ternyata di lapangan saya merasa under pressure,” kata Putri.

“Dan Supanida menurut menggunakan strategi yang pas dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo,” ujarnya lagi.

Meski gagal membawa pulang gelar, Putri tetap bersyukur bisa menutup turnamen dengan posisi runner-up. Hanya saja, ia mengaku kurang puas dengan penampilannya di partai final.

“Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner up tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Putri menilai rangkaian turnamen dalam dua pekan terakhir termasuk All England 2026 memberikan banyak pelajaran berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda di level atas.

“Dua minggu ini pasti dapat pengalaman dari semua pemain juga kan. Supanida sempat di top 10 jadi kayak dari cara main mereka juga berbeda. Saya bisa belajar juga bagaimana mengatasi permainan seperti An Se Young yang kuat atau Supanida yang mempunyai serangan yang baik,” katanya.

Ia pun menyadari masih banyak pekerjaan rumah terutama dari sisi fisik dan teknik agar bisa bersaing lebih konsisten di level elite.

“Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, non teknisnya juga. Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain,” kata dia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 17 times, 1 visit(s) today