Badai PHK masih menerjang raksasa apparel olahraga dunia, Nike. Perusahaan ini kembali memangkas karyawannya, meskipun jumlahnya kurang dari 1 persen dari total karyawan. Menurut pihak manajemen, langkah ini adalah bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk menyongsong babak baru dalam bisnis.
“NIKE, Inc. sedang berada di tengah-tengah proses pengaturan ulang,” ujar manajemen perusahaan, seperti dikutip dari CNBC News, Minggu (31/8/2025).
Langkah PHK ini merupakan lanjutan dari pengumuman pada Februari lalu, ketika Nike memangkas sekitar 2 persen dari total karyawan globalnya. PHK terbaru ini adalah bagian dari upaya CEO Elliott Hill yang baru menjabat, untuk mengubah struktur tim di perusahaan.
Di bawah kepemimpinan sebelumnya, Nike berfokus pada segmentasi bisnis berdasarkan gender: pria, wanita, dan anak-anak. Strategi ini dikritik karena dianggap mengesampingkan rantai inovasi.
Kini, Hill mengembalikan fokus perusahaan pada produk berbasis olahraga. Ia ingin tim kembali terhubung dengan kebutuhan para atlet.
“Alih-alih membagi waktu berdasarkan kategori pria, wanita, dan anak-anak, kini tim Nike, Jordan, dan Converse bekerja setiap hari untuk menciptakan produk, alas kaki, pakaian, dan aksesori paling inovatif yang sesuai dengan kebutuhan atlet,” jelas Hill.
Menuju Pemulihan yang Lebih Cepat
Dalam memo internalnya, Nike menginformasikan bahwa perubahan ini akan membuat beberapa karyawan berpindah posisi atau memiliki atasan baru. Keputusan terkait posisi yang terdampak akan diumumkan pada 8 September dan sebagian besar penyesuaian akan berlaku pada 21 September.
Hill memang datang dengan misi besar: mengembalikan tren penjualan Nike yang menurun, menghidupkan kembali inovasi, dan memperkuat hubungan dengan mitra grosir.
Pada laporan pendapatan kuartal-IV Juni lalu, Nike memproyeksikan penurunan penjualan dan laba akan mulai mereda. Ini menjadi sinyal bahwa proses pemulihan berjalan lebih cepat dari perkiraan.
“Kami membangun tim yang benar-benar kecanduan olahraga, untuk mendorong aliran inovasi tanpa henti di seluruh merek Nike, Jordan, dan Converse,” tegas Hill, menunjukkan komitmennya pada strategi jangka panjang ini.














