Bagnaia Terancam Gagal 3 Besar, Ducati Akui ‘Lakukan Segala Cara’ Atasi Krisis GP25

Bagnaia Terancam Gagal 3 Besar, Ducati Akui ‘Lakukan Segala Cara’ Atasi Krisis GP25

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 12 November 2025 – 16:47 WIB

Juara Dunia bertahan, Pecco Bagnaia, (Foto: MotogP)

Juara Dunia bertahan, Pecco Bagnaia, (Foto: MotogP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa tim pabrikan telah melakukan segala cara untuk mengembalikan kenyamanan Francesco “Pecco” Bagnaia di atas motor GP25. Pengakuan ini datang menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami juara dunia dua kali itu di musim MotoGP 2025.

Performa Bagnaia anjlok drastis pasca-kemenangannya di GP Jepang. Puncaknya terjadi di GP Portugal, di mana ia hanya finis kedelapan di sprint race dan kemudian terjatuh di balapan utama.

Hasil buruk ini membuat posisinya di peringkat tiga besar klasemen akhir terancam. Menjelang seri penutup di Valencia, Bagnaia tertinggal 35 poin dari Marco Bezzecchi (posisi ketiga) dan kini hanya unggul tiga poin dari rookie sensasional, Pedro Acosta.

Tardozzi menegaskan, masalah Bagnaia bukanlah soal kecepatan, melainkan hilangnya kepercayaan diri terhadap motor.

“Kecepatan Bagnaia tidak pernah diragukan, yang membuat semuanya sulit adalah kurangnya rasa percaya dengan motornya,” kata Tardozzi kepada Sky Italia.

Ia menambahkan, Ducati telah bekerja keras untuk mengembalikan setelan motor seperti saat Bagnaia menang di Jepang.

“Kami telah melakukan semua yang bisa kami lakukan untuk mengembalikannya ke kondisi seperti tahun lalu atau seperti balapan di Jepang. Jika masih ada yang kurang, kami harus bicara bersama dan mencari tahu mengapa,” tegasnya.

Tekanan Internal dan Dominasi Marquez

Krisis performa Bagnaia semakin memperbesar tekanan internal di garasi Ducati. Di saat Pecco kesulitan beradaptasi dengan GP25, rekan setimnya, Marc Marquez, justru tampil dominan dan sukses mengamankan gelar juara dunia kedelapannya (ketujuh di kelas primer) musim ini.

Meski begitu, Bagnaia menegaskan bahwa ia dan tim masih bekerja keras untuk menemukan solusi.

“Sayangnya, kami kehilangan sesuatu dan harus menemukan solusi untuk masa depan,” kata Bagnaia. “Cukup sulit dipahami, tapi tim sedang berusaha memperbaikinya. Saya pikir kami melakukan pekerjaan bagus akhir pekan ini [di Portugal], seperti di Sepang.”

Bagnaia juga menolak menyalahkan motor GP25 atas keterpurukannya. Ia bersikeras bahwa masalahnya ada pada dirinya sendiri dalam memanfaatkan potensi motor.

“Tidak, saya pikir motor terbaik masih Ducati, dari semua aspek. Namun tahun ini saya kesulitan memanfaatkan potensi dari motor ini,” tutup Bagnaia.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today