Bahlil: Skill Kuat, Pendapatan Naik! ESDM–P2MI Siapkan Migran Berkompetensi Global

Bahlil: Skill Kuat, Pendapatan Naik! ESDM–P2MI Siapkan Migran Berkompetensi Global

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 8 Oktober 2025 – 21:28 WIB

Kementerian ESDM–P2MI Tandatangani MoU Penguatan Kompetensi Pekerja Migran. (Foto: ESDM)

Kementerian ESDM–P2MI Tandatangani MoU Penguatan Kompetensi Pekerja Migran. (Foto: ESDM)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri P2MI Mukhtarudin. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi, serta pelindungan bagi PMI yang akan bekerja di sektor energi di luar negeri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan dan daya saing tinggi di pasar global.

“Lapangan pekerjaan ini tidak hanya domestik, tapi juga kita harus mampu mengirim tenaga kerja ke luar negeri dengan skill yang cukup. Kalau skillnya cukup, pasti dihargai, pendapatannya bagus, dan posisinya pun bagus,” jelas Bahlil.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bahlil mempersilakan Kementerian P2MI untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan yang dimiliki Kementerian ESDM guna meningkatkan keterampilan para calon pekerja migran.

“Kita punya balai-balai latihan di sektor pertambangan dan oil and gas, silakan dipakai fasilitasnya. Tujuannya untuk meningkatkan skill dari calon tenaga kerja kita yang nanti kita kirim ke luar,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, Kementerian ESDM memiliki kapasitas lembaga vokasi dan pelatihan teknis yang sangat kuat untuk mendukung program ini.

“Kementerian ESDM memiliki tujuh lembaga vokasi, yaitu lima dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas, Geominerba, Ketenagalistrikan dan EBTKE, Aparatur, serta Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, dan dua Politeknik,” ujar Mukhtarudin.

Ia optimistis kerja sama ini akan memperkuat ekosistem penempatan PMI di sektor energi melalui pelatihan yang berbasis pada kebutuhan industri global.

Selain dengan Kementerian ESDM, pada kesempatan yang sama Kementerian P2MI juga menandatangani nota kesepahaman serupa dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan UKM. Hal ini menunjukkan langkah terpadu pemerintah untuk memperluas pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja di berbagai sektor.

Nota Kesepahaman ini akan berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis antarpejabat terkait paling lambat enam bulan setelah penandatanganan.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today